Friday, 30 December 2016

Friend ?

Apa itu "TEMAN" ?

Ada seorang guru saya pernah mendefinisikan arti kata "teman". Menurutnya, teman adalah orang yang kebetulan memiliki kesamaan dengan kita tanpa disengaja.
-Teman sekelas, kebetulan satu kelas, kebetulan seangkatan. Orang tua, guru, atau siapapun tidak ada yang merencanakan, "eh, si Deddy dibikin sekelas aja sama Anton biar jadi temen". Karna Deddy dan Anton ditempatkan di kelas yang sama, maka Deddy dan Anton bisa dikatakan sebagai seorang teman.

-Teman Masa Kecil. Kebetulan masa kecilnya tinggal di daerah yang sama, mungkin tetangga, teman se-RT, dan sebagainya.

- Teman se-hobi. Kebetulan hobinya sama. Sekarang ini, orang yang belum pernah ketemu pun bisa jadi teman. Kebetulan suka cosplay, maka ketemu lah di forum/ group cosplay atau semacamnya.

-Teman kerja. Saat kita kerja, gak ada kepikiran dong kita mau kerja di situ karena pengen temenan sama si Dona atau si Steve. Bener-bener kebetulan.

-Teman online ? Entah lebih tepatnya disebut apa, tapi sepertinya bisa dibilang teman online kali yah? Kebetulan sama-sama sedang online, jadi bisa temenan. Kalau 10-15 tahun lalu mungkin teman online bisa didapat lewat aplikasi mIRC, Tapi kemudian akhirnya berkembang lewat Yahoo Group (kita bisa chatingan sama orang asing dalam 1 group dgn topik tertentu), Teman game online juga bisa jadi termasuk kategori ini kali yah. Lalu kalau yang sekarang masih hits, teman dari aplikasi chating atau mungkin aplikasi dating : Wechat, BeeTalk, Tinder, dan lain-lain.

Nah, kalau u adalah temannya Deddy, u teman apa yah? Boleh dong ceritain sedikit di comment.. :)

Tuesday, 25 October 2016

Sulit tuk Diungkapkan

Kalau kau sudah cukup dekat denganku, mungkin kamu tahu, siapa orang yang cukup akrab denganku. Kalian sudah berkali-kali membicarakan hal ini di depanku.. Mungkin sering juga kalian membicarakan hal ini di belakangku, atau membicarakan hal ini dengan dia. Tapi, jawaban yang kalian terima sama saja : Nothing.

Tak tahukah kalian, ya kalian tak tahu, begitu pula dia. Ada hal yang tak bisa kuungkapkan. Dan sebenarnya, saya pun ragu tuk mengungkapkannya disini. Ah, sudahlah. Sepertinya ada hal yang memang tak bisa dikatakan. Tapi inilah beban pikiranku selama ini. 

Apakah ,lebih baik mengutarakan kebenaran yang menyakitkan tapi memberikan kesepahaman, atau menyembunyikan kebenaran itu demi kebaikan bersama?

Ada yang berkata, lebih baik dikatakan saja daripada dipendam sendiri, tapi ada juga yang berkata, lebih baik tak perlu katakan kalau ujung-ujungnya menyakitkan. Ya, saya adalah seorang yang realistis, juga idealis. Mungkin hal inilah yang membuatku selalu bersikap diam. Karena apapun yang kuhadapi, yang kulihat hanyalah hal yang menyakitkan. Yang bisa kukatakan hanyalah kenyataan, kejujuran, kejujuran yang menyakitkan dan saya tahu, banyak orang tidak suka dengan hal ini.

Diam adalah pilihanku saat ini, dan aku akan terus diam, sampai ada orang yang bisa kuajak untuk berbagi. Untuk saat ini, cukup saya dan Tuhan Allahku saja yang tahu.

Tuesday, 9 August 2016

Mengeluh

Yah, pengen nih mengeluh. Boleh gak yah? hahahaha...

Kalau ada yang nanya kaya gitu, gw pasti bakal jawab, "Ya gak boleh lah... Kita tuh harus bisa mensyukuri hidup ini"

Kan masih ada keluarga, teman, sahabat. Walaupun mereka lagi gak peduli sama kita, tapi setidaknya kalau kita ketemu, mereka masih bisa mendengarkan cerita kita, atau menemani kita pergi.

Kan masih bisa tidur di dalam rumah, punya kasur empuk, bukan di atas tanah atau batu yang basah karna hujan.

Kan masih bisa makan dgn enak dan tenang. Masih bisa pilih sayur, bukan makan seadanya aja apa yang ada di alam.

Kan masih ada kerjaan, masih ada kegiatan yang bisa dilakukan, daripada menganggur gak jelas, tak tau besok bisa makan apa nggak. Kalaupun memang sedang nganggur, setidaknya masih ada saudara/keluarga yang support menyediakan makanan dan tempat tinggal, walaupun sambil ngoceh-ngoceh suruh kita cepetan dapet kerjaan.


Ya, ada banyak alasan untuk bersyukur.. Gw tahu akan hal itu.
Tapi prakteknya koq susah?!
Ya, ternyata ada masalah di luar hal itu.. Ada masalah yang susah dijelaskan dengan rasio dan logika. Masalah perasaan. Masalah psikologis. Mungkin, rasa nyaman adalah sumber masalahnya. dari ribuan, mungkin jutaan alasan untuk bersyukur, kadang masih saja ada rasa tidak nyaman, ada perasaan incomplete yang muncul di dalam batin.

Ya, itu yang gw rasakan. Ketika kegiatan utama saya, hobi-hobi saya, semuanya menjadi tawar. Passion saya hilang. Passion untuk tetap melanjutkan semua kesibukan ini.

Saat ini, mungkin merupakan salah satu "posisi terendah" gw. Baru beberapa hari lalu gw menyanggupi permintaan untuk membuatkan slide ibadah dengan senang hati. Tapi di sisi lain, gw dituntut untuk bisa melakukan hal lain juga.. Ahh.. apa mungkin memang gw yang terlalu santai, mungkin juga gw yang kurang bisa mengatur waktu. Eh, apa jangan-jangan gw yang tidak bisa menentukan prioritas?

Semua pertanyaan sudah ada di dalam kepala saya. Jawaban yang baik untuk setiap pertanyaan itu juga sudah saya miliki di dalam kepala saya koq.
Tapi... Yaa.. ada sesuatu yang kurang... Mungkin saat teduh yang tidak rutin, mungkin juga doa gw sama Tuhan kurang serius. ahh... sudahlah... belum tentu juga ada teman yang setia baca tulisan di blog gw..

Setidaknya, blog ini, walaupun buatan manusia, tapi sudah membantu gw dalam menuangkan isi pikiran gw...
Belum lagi keluhan-keluhan aneh lainnya tentang kesehatan gw.. Gw pikir, gw sudah tua. Tua bukan dari umur, tapi dari gejala sakit yang gw alami beberapa bulan terakhir.

Sakit kepala lah, perut kembung terus lah, belum lagi rasa nyeri di dada yang terjadi sesekali. Dan semalam, sekitar jam 02:00, 10 Agustus 2016, ada rasa nyeri/sakit yang aneh di paha dan telapak kaki kiri gw. Seperti saraf yang ditarik dan terjadi sekitar 30 detik. Belum lagi gejala-gejala aneh lainnya yang mungkin sudah terlupakan dan sering gw cuekin.. ahh.. mungkin saya hanya kurang olahraga..

Sudah cukup lama gw gak olahraga. Mungkin solusi dari semua masalah gw adalah dengan olahraga rutin.... sendirian...

Saturday, 28 May 2016

Saya Bukan Hacker

Saya bukan hacker. Saya seorang programmer.

Saya mulai dikenalkan dengan komputer sekitar kelas 4 atau 5SD. Saat itu, saya lebih banyak diperkenalkan dengan teori. Saya tidak latihan mengetik, tapi bermain game DOS.

Iya, tanpa sepengetahuan saya, saya masih menggunakan DOS sebagai OS di komputer sekolah.
Saya pindah sekolah saat memasuki jenjang SMP. Disini, saya belajar Microsoft Office : Word, Excel, Power Point, dan akhirnya di kelas 3 SMP, saya belajar DBase III+ sebagai software database.
Tentu saja, saat itu saya masih menyimpan hasil pekerjaan saya dengan Disket yang tidak boleh dibawa pulang.

Saat SMA, saya pindah sekolah lagi. Sekolah Negeri. Wahh, apa yang sudah saya pelajari, harus dipelajari ulang. Saya belajar software Microsoft Office lagi. Lalu belajar Adobe Photoshop dan Coreldraw.

Lalu akhirnya saya kuliah IT. Lohhh.. Oh iya, ada yang terlewatkan. Kenapa saya bisa pilih IT ? Padahal tadinya saya tidak tertarik dengan komputer. Saya pun tidak punya komputer sampai saya kelas 2 SMA.

Ternyata, ada seorang teman saya yang membuat saya makin mengenal komputer. Kelas 1SMA, saya pertama kalinya main di warnet dengan uang jajan sendiri. Lah iya, sejak kecil teman-teman saya sudah sering main di warnet, saya tau dengan keberadaan warnet, tapi saya gak pernah dibolehin main di warnet oleh orang tua saya.

Sejak saat itulah saya makin kagum dengan teknologi. Saya terkagum-kagum ketika melihat orang-orang di warnet main Counter Strike yang dimana kita bisa bermain bersama teman-teman di dalam ruangan yang sama lebih dari 2 orang. Lah iya, sebelumnya saya cuma tahu mainan di PS 1 yang biasanya dimainkan oleh 2 orang.
Dan yang membuat saya makin heran adalah fitur CHAT! Woww!!! "Jadi kita bisa ngobrol sama teman di komputer lain tanpa keluar pulsa?!! Terserah mau berapa kali ketik, tapi ga kluar pulsa?!", tanya saya pada teman saya saat itu agar lebih yakin.

Akhirnya saya dikenalkan dengan yang namanya "programming". Saya belajar membuat software. Ko Sukisno dan Alek, yang membuat saya tahu rahasia "teknologi chatting" secara tidak langsung.
Mereka yang membuat rasa ingin tahu saya terhadap teknologi komputer makin besar.

Dan Opss... pengakuan dosa saya... saya pernah membobol salah satu warnet di dekat sekolah saya. Saya berbuat curang. Saya menemukan kelemahan dari sistem warnet itu. Saya bermain 8jam di warnet dengan hanya membayar billing 1 jam saja.

Trik itu bisa diajarkan. Teman-teman dekat saya juga melakukannya, dan tersebarlah trik itu.
Singkat cerita, warnetnya bangkrut. Tutup.. dan tak pernah buka kembali.
Kami pasukan pengguna trik main murah itu... "sedih"..

Melihat warnet tersebut bangkrut, muncullah warnet lain. Koneksi lebih cepat, Komputer lebih bagus, dan sistem yang lebih kuat.  Anak-anak di sekolahku migrasi, sepulang sekolah, semua bermain di sana. Teman-temanku juga, tapi dengan membayar billing yang sejujur-jujurnya...

Tak disangka, opss.. Kena lagi deh,, Saya bermain murah lagi.. Ya, lagi-lagi saya dan teman saya menemukan cara untuk bermain dengan biaya irit lagi. Tentu saja, kali ini hanya orang-orang tertentu yang tau triknya. Belajar dari pengalaman, kami tidak lagi mengajarkan trik tersebut. Ternyata warnet tersebut umurnya lebih panjang, sesekali saya masih ke warnet tersebut di awal perkuliahan saya.

Inilah awal dari ketertarikan saya terhadap dunia IT. Dari yang gaptek menjadi hi-tech. Dari yang cuma bisa ngetik 11 jari ( cuma ngetik pakai jari telunjuk saja ) jadi bisa mengetik hampir 10 jari.
Dari yang berpikir mungkin akan menjadi scientist di laboratorium, ternyata menjadi seorang Computer Scientist.

Cerita ini akan berlanjut, dari masa perkuliahan saya, tapi saya sudahi dulu sampai disini. Sampai bertemu di cerita saya yang berikutnya.. Terima kasih sudah membaca. Saya sangat senang jika ada yang ingin meninggalkan komentar di blog saya ini.

Friday, 1 January 2016

Happy New Year 2016!

Selamat tahun baru 2016!

"Thank You 2015! You're so good to me! Welcome 2016!"
"Page 1 of 366"
"First (sunrise / durian / selfie / dinner ) in 2016!"
"New Year, New Hope!"


Ada begitu banyak tulisan seperti itu yang kita baca di timeline kita. Dan seringkali post tersebut membuat kita sedikit iri dengan mereka yang "kelihatannya" hidupnya sangat bahagia.

Apa yang muncul dalam benakmu? apakah sama denganku?
"Mengapa sepertinya hidup saya tidak seindah hidup mereka? Mengapa hidup yang saya alami begitu jahat? Saya sangat menderita menghadapi tahun-tahun ini. Saya ingin kembali menjadi anak kecil yang penuh dengan kebahagiaan, yang tidak memikirkan banyak masalah"

Saya yakin, anda pun mungkin mengalami hal yang sama. Saya yakin mereka yang post hal-hal indah itu juga mengalami hal yang sama.

Jadi, buat apa iri? Tidak perlu iri, kita semua mengalami hal yang buruk, kita semua punya masalah koq. Hanya saja, dengan adanya masalah, tidak berarti kita tidak bisa bahagia. Kita bisa menjadi bahagia dengan hal-hal kecil. Syukuri semua yang telah terjadi, dan lakukan hal-hal baik sebaik mungkin untuk masa depan yang baik.

Bercermin! Evaluasi diri adalah hal penting yang tidak boleh kita lewatkan dalam hidup kita. Apakah kita sudah melakukan yang terbaik? Apakah respon saya terhadap orang-orang yang menentang dan membenci saya sudah benar? Apakah saya sudah peka terhadap kasih sayang orang lain terhadap saya ? Jangan-jangan saya sudah mengabaikan tindakan kasih sayang / kepedulian orang lain terhadap saya.

Move On! Ternyata ada banyak yang telah kita lewatkan yah! Kebiasaan-kebiasaan kita mungkin telah membuat kita tidak bisa berbuat banyak hal-hal positif untuk lingkungan dan sesama. Move on dari kebiasaan-kebiasaan lama yang menjerat, Setiap bangun pagi, ingatlah akan tekat baru kita, perhatikan dengan seksama langkah-langkah dan perkataan kita sehari-hari.

Berdoa! Tapi apalah daya kita sebagai manusia, kita punya banyak keterbatasan. Tapi kita ini umat beragama, iya kan?! Kita punya Tuhan Sang Pencipta, Sang Pelindung, Sang Pemimpin hidup kita.
Berdoa, minta Tuhan bantu kita untuk menjalani tahun 2016 ini dengan sikap yang benar, berdoa minta Tuhan bantu kita menghilangkan hal-hal yang negatif dari diri kita dan dari lingkungan kita. Tuhan menyertai setiap umat-Nya.

Selamat tahun baru 2016, Tuhan memberkati!


Wednesday, 30 September 2015

Untuk Apa?

Dua puluh lima tahun, adalah waktu yang cukup lama untuk menunggu, tapi itu tidaklah cepat untuk memenangkan sebuah kesempatan. Yah, saya hidup di dunia ini, diberikan kesempatan untuk melakukan banyak hal. Tapi, apa tujuan hidup saya telah tercapai?

Apakah, ketika saya diciptakan di dunia ini, saya bernegosiasi dengan Tuhan? Apakah saya "berkampanye" di hadapan Tuhan?
" Tuhan, kalau Engkau memberikanku kesempatan untuk hidup, maka saya akan melakukan ini, dan ini, lalu dengan begitu dunia ini akan menjadi lebih baik. Berikan saya kesempatan untuk hidup, ya Tuhan."
Saya rasa tidak seperti itu. Mungkin juga saya tidak pernah mendapatkan kesempatan sedikitpun untuk bernegosiasi. Saya pikir, saya bisa hidup di dunia ini, karena anugrah Tuhan.

"Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: 

"Beranakcuculah dan bertambah banyak; 
penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

 Berfirmanlah Allah: 
"Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu."


Anugrah-Nya kan? Ternyata puluhan mungkin ratusan kali saya membaca kutipan ayat tersebut, saya mengira kalau kalimat tersebut hanya ditujukan kepada Adam dan Hawa. Sepertinya saya selama ini salah. Kalimat itu ternyata ditujukan kepada saya juga.. Saya harus menjaga bumi ini, berkuasa atas semua yang ada di bumi, berarti saya harus menjaga semuanya baik-baik seolah sayalah yang memiliki kekayaan bumi ini.
Ya, sama seperti ketika saya memiliki laptop baru, atau HP baru, maka saya pasti akan menjaganya baik-baik, menjaganya sebaik mungkin jangan sampai terkena gores, jangan sampai terjatuh, terbanting, terciprat air atau apapun yang membuatnya rusak atau jelek.
Sama seperti mainan mobil-mobilan rakitan saya semasa SD yang saya beli dengan mengumpulkan uang jajan saya, saya rakit, dan saya jaga hingga saya besar, mainan itu tetap ada, walau memang umur tidak bisa bohong, pasti ada masanya mainan itu rusak, sebagus apapun perawatan kita.

Begitu pula dengan bumi ini, berarti saya tidak boleh melakukan hal-hal yang bisa membuat bumi ini rusak. Apapun yang saya kerjakan, saya perlu memerhatikan dampaknya bagi bumi ini.

Jadi, untuk apa? untuk apa saya hidup?  Dua puluh lima tahun saya hidup, apakah saya sudah melakukan yang terbaik dalam hidup saya? apakah saya sudah selangkah lebih maju dalam mencapai tujuan hidup saya? Saya rasaaa... ada cukup banyak waktu yang telah saya sia-siakan selama 25 tahun ini. Malam ini, saya mengevaluasi diri saya sendiri. Apakah selama saya sekolah, kuliah, kerja, bermain, nongkrong, semua kegiatan yang saya lakukan selama ini, apakah itu berarti? Atau jangan-jangan saya tidak tahu saya hidup untuk apa? Sehingga akhirnya saya cuma mengikuti kemana tren membawa saya ?

Untuk apa teman? Untuk apa? Untuk apa, setiap perjuangan yang kita lalui? Untuk apa air mata yang pernah kita keluarkan? Apakah itu ada gunanya? Untuk apa hati ini masih tetap keras dengan prinsip kita yang salah? Mengapa saya masih melakukan ini dan itu yang saya tahu itu tidak membawa saya kepada tujuan hidup saya??

....
....
....

Semoga Tuhan membimbing saya, menuntun saya, dan juga anda dalam mencapai tujuan hidup saya, dan anda.
Tuhan memberkati.

Monday, 21 September 2015

Duh.. Nanti Saja Dehh..

Duhh.. nanti saja deh, ntar juga akan ada waktunya koq.. ntar deh, sebentar lagi, eh.. besok aja pas lagi ada ini, eh, pas sempet aja dehh...

Begitulah kita, iya kan? Selalu menunda-nunda. Dan akhirnya apa yang kita tunda, tidak pernah kita kerjakan. Ya, Akhirnya apa yang kita "janjikan" akan dilakukan nanti, ternyata tidak dilakukan, atau kalaupun sempat dilakukan, kemungkinan kita tidak bisa mengerjakannya dengan maksimal.

Begitu juga saya ketika akan update blog ini. Sudah ada keinginan dari akhir tahun lalu untuk update blog saya, menceritakan pengalaman saya yang serunya luar biasa!! Tapi, semua itu tinggallah niat saja.. Tidak pernah terjadi sampai sekarang..

Iya nih, ada banyak yahh ada hal-hal dalam hidup kita yang selalu kita tunda. 18 September 2015, adalah salah satu hari penyesalan saya, apa yang saya tunda-tunda akhirnya menjadi bumerang bagi saya. Sesuatu yang sepertinya saat ini pun saya tidak bisa menceritakannya..

Oke, ada hal lain lagi? adaa.. hehehe.. November 2014, saya diajak seorang teman saya untuk mendaki gunung. Luar biasa semangatnya saya saat itu. Lia, bertemu dengan saya setelah sekian lama tak bertemu, dia mengajakku naik gunung. Saya belum pernah naik gunung, tapi saat itu memang saya sudah suka jalan-jalan dan kuliner. Ke Bogor, ke Tangerang, ke Bogor lagi, ke sana, ke sini..
Hingga akhirnya Lia mengajakku ke gunung. Iya juga yah, kenapa gak pernah kepikiran sebelumnya?!!

Akhirnya saya pun jadi ke gunung bersama Lia dan kawan-kawan, termasuk dengan temannya Lia (yang kini menjadi teman saya juga).  Sepertinya cerita perjalanan naik gunung pertama saya ditunda aja ya di post berikutnya? #ehhh... lagi-lagi ditunda.. Ntar bakal jadi cerita gak nih? Hehehe..

Banyak hal baru terjadi selama 1 tahun terakhir, Saya akui, saya sendiri juga telah berubah, saya tidak seperti saya yang dulu lagi. Kini saya mulai menyibukkan diri dengan hal-hal lain.. Kisah-kisah pendekatanku dengan seorang teman cewe pun tidak sempat saya ceritakan di sini.. Dari hati berbunga-bunga, berbusa-busa seperti soda, meletup-letup seperti popcorn, hingga terasa tawar dan tak ada rasanya lagi,

Banyak banget, banyak banget hal yang udah saya lewatkan untuk diceritakan disini, akibat penundaan saya yang sudah terlalu lama dan akut..
Duhh.. ngomong-ngomong akut, saya akui saya udah seperti seorang jomblo akut. Hahaha..
*pstt.. mungkin anda gak akan percaya kalau di group LINE saya ada group untuk "Jomblo Akut".. hehehe.. Memang ada sih, tapi cuma bercandaan aja, tapi memang, isinya cowo-cowo jomblo smua. wkwkwk..
ada yang mau dikenalin? :P Atau mau kenalan dengan saya? hahahaha...

See you on the next chapter of my life..  Makasih sudah menjadi pembaca setia blog saya.
Doakan saya yah, biar post berikutnya gak ketunda tunda lagi.. hehehe..

Sunday, 21 June 2015

Selamat Jalan, Kawan.

18 Mei 2015, bukanlah hari yang baik bagiku. Tak pernah kusangka aku akan mendapatkan kabar buruk di pagi itu.
Seorang teman kecilku, teman bermainku di masa SD, meninggal dunia.

Sedih memang, apalagi ketika ku menyadari bahwa aku memang tidak banyak berbicara dengannya ketika dewasa. Terakhir kalinya ku bertemu dengannya adalah pada saat reuni SD di Jetski Cafe. Itu juga adalah pertama kalinya kami mengobrol sejak perpisahan kami saat SD.
Ya, saat SD kelas 5, ia sudah tidak satu sekolah lagi denganku. Ia dan orangtuanya pindah rumah ke daerah Tanah Abang. Tanah Abang adalah tempat yang jauh bagiku saat itu. Tak pernah terpikirkan olehku untuk pergi ke tempat sejauh itu.

Tanda tanya mulai bermunculan dari teman-teman semasa SD, bagaimana bisa Agus Budianto meninggal ? Kami pun saling bertanya, di dalam group chat di LINE, kami bertanya pada teman dekatnya yang kami kenal, Eddi Ermawan.

Ternyata, Eddi sendiri pun belum tahu penyebab kematian teman dekatnya itu. Ia hanya mengetahui kabar itu pada hari Minggu, 17 Mei 2015. Ia ditelpon oleh adiknya Agus.

Akhirnya kami sepakat untuk datang ke Rumah Duka Jelambar jam 7 malam pada hari itu juga. Hari Senin 18 Mei 2015. Beberapa dari kami, ada yang pulang kerja langsung ke rumah duka, ada pula yang sempat pulang ke rumah dahulu.

Kami datang, mendoakannya, dan... inilah reuni kecil yang paling tidak diinginkan.. yaitu ketika ada teman kami yang pergi.. ;(

Agus,teman mainku saat kecil. Aku ingat ketika kami berlari-lari di lapangan sekolah, mengejar lelaki.. hihi.. Iyalah, kan main polisi maling, main tak jongkok, tak pernah sama sekali kami mengejar cewe bersama. :P
Tapi aku ingat sekali, kalau Agus pernah suka (cinta monyet lah) sama Adelia, itu diingatnya sejak SD, sampai saat reuni terakhir pun ia masih ingat dengan nama Adelia.. padahal.. namaku saja ia tidak ingat..

Selamat jalan kawan, semoga sgala kebaikanmu terbalaskan...


Wednesday, 18 March 2015

It's been a while...

Sudah cukup lama rasanya gw gak update post di blog lagi.
Daaannn... Sebenernya banyak yang ingin gw ceritakan. Tapi berhubung di rumah gak ada akses internet sedangkan di kantor jarang ada waktu kosong buat nge-blog, jadi gw gak bisa sering-sering ngepost deh..

Well, itu cuma alasan aja sih sbenernya, Kan bisa aja dirumah gw buat tulisan dulu, baru dicopy-paste setelah di kantor atau sepulang kantor mampir ke tempat nongkrong yang ada WIFI-nya.

Ahhh.. oke, Jadiiii,, ada request gw cerita tentang apa?
Kehidupan Kristen gw? Hubungan gw dengan Tuhan?
Hubungan dengan teman-teman dan sahabat? Atau hubungan dengan seseorang yang diam-diam gw taksir? Tentang pekerjaan gw? Kualitas hidup gw ? Berat badan gw? opss.. hihihi..

Spoiler dikit, akhirnya berat badan gw naik lohhh.. gw makin buncit gemukan... Jadi sebelum xin cia kmaren, jadi sekitar tanggal 15 Februari lahh, (*plis jangan sebut2 tanggal 14 Februari), gw baru pertama kalinya dalam seumur hidup gw, merasakan yang namanya celana kesempitan!!!

Iyaaa.. celana gw kesempitan, busett.. Celananya memang sih pas-pasan, apa yah istilahnya? Jegging yah? Semacam jeans tapi yang ketat gitu. Nah itu ukuran 29 yang biasanya pas-pasan, dan ternyata eh ternyataa... saat itu udah gak bisa pake lagi deh,

Setelah kejadian itu, gw akhirnya mencoba celana-celana lain dan ternyata totalnya ada sekitar 3-4 stel celana yang gw udah gak bisa pake. Padahal kan masih bagus celananyaaaa... :(
Sebelum menyadari hal itu sih... gw udah pernah nimbang, dan berat gw 61,5KG. Nahh setelah celana kesempitan, udah gak tau deh berapa, gak pernah nimbang lagi sampe sekarang.. :P
Paha gueeee... >.< ahhh.. gpp masih oke koq, asal perut jangan terlalu buncit aja.. hihihi..

Cerita lain menyusul yahh.. boleh dicomment utk request topik lainnya.. :D

Thursday, 12 February 2015

Seiman dan Sepadan

Ya, seiman dan sepadan adalah harga mati bagiku. Mungkin beberapa dari kalian sudah membaca frasa ini di status facebookku. Mungkin kau sudah mengerti artinya, mungkin juga kau tak tahu artinya, atau mungkin samar-samar.

Ya, seiman dan sepadan. Saya tidak berbicara tentang partner kerja, klien, atau syarat ikatan kerja sama dalam menjalankan sebuah bisnis, Saya sedang berbicara tentang pasangan hidup, yang sampai kini masih menjadi pergumulan saya.

Seiman, berarti pasangan hidup saya harus memiliki iman yang sama dengan saya. Oh tidak! Seagama saja tidak cukup. atau lebih spesifik lagi, menjadi seorang penganut agama Kristen Protestan saja tidak cukup. Mengapa? Karena kita bisa melihat dengan jelas ternyata ada banyak macam cara orang Kristen beribadah. Mengapa ada banyak aliran? ah, saya tidak sedang membicarakan penyebab keberbedaan ini, Saya mencari yang sama, yang sama-sama dengan penuh kesadaran mengakui dan mengimani bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat saya. Yang oleh karena itu, maka saya sebagai orang yang diselamatkan memiliki tanggung jawab pelayanan kepada Allah. Ahh,, Apakah kita seiman? Saya tidak tahu. Ingin cari tahu? Bagaimana kalau kita mencari waktu untuk membicarakan ini bersama? Entah sambil minum kopi dan makan, atau sambil menikmati alam yang indah yang telah disediakan Allah.

Sepadan? Ya jelas perlu. Mengapa? Tidak usah ditanya lagi lah yah, Sepadan yah artinya cocok, Cocok bukan berarti kita harus memiliki kesamaan 100%, Dalam pacaran, atau dalam tingkat lanjutnya, pernikahan. Kita perlu banyak komunikasi, Dalam komunikasi ini kita butuh beberapa hal. Saling mengerti, saling percaya dan bisa bekerja sama.

Saling mengerti. Ya, bisakah kita saling mengerti, jika saya sebagai seorang lulusan S1 (atau mungkin S2 jika nantinya saya berencana mengambil studi lanjut) saling mengerti dengan kamu yang mungkin lulusan SMP ? Ahh.. bisa saja sih, tapi bisa seberapa jauh? Jujur saya tidak ingin membuat perbedaan antara tingkat pendidikan, tapi bukankah komunikasi kita akan lebih klop, lebih cocok jika kita memiliki perbedaan jenjang pendidikan yang tidak terlalu jauh? (Ya, klo anda lulusan SMA atau SMK sedangkan saya S1 kan berarti gak beda jauh dong..).

Ah iya, "kedewasaan rohani" juga perlu diperhatikan. Bukannya mau sombong, tapi rasanya susah, kalau seorang yang udah mengenal Kristus belasan tahun, sudah mengerti pentingnya pelayanan dan penginjilan. mengerti dan sadar mengapa melayani dan menginjili, berhubungan dengan orang yang baru "lahir baru", yang mgkin baru mengenal Yesus pertama kali. Mungkin ia masih belum mengerti pentingnya sebuah pelayanan dan masih egois. Mungkin karna "lahir baru"nya itu, ia masih mengira kalau ia masih perlu dilayani, belum waktunya (masih jauh waktunya) untuk melayani orang lain.
Susah toh, kalau ada pasangan seperti itu ?

Maka itu, sebuah pasangan yang seiman dan sepadan memang sulit untuk ditemukan..
Beberapa bulan terakhir ini saya dibuat galau, dilemma dengan kondisi seperti ini, Bingung memang, Jika saya justru malah jatuh cinta dengan orang yang cukup asing bagi saya. Walau sudah pernah kenal dulu.. duluuu banget.. beberapa tahun lalu kenal, dan tak pernah komunikasi, tiba-tiba kembali berkomunikasi lagi dan muncullah perasaan yang kata orang "Oh inikah cinta?"

Ya, saya bimbang dan bingung.. Kata teman-teman dan mentor, saya perlu gumulkan.. Tapi, mana yang duluan? Gumulkan? atau kenali lebih dahulu? atau bersamaan? ahh.. Cinta.. Kau membuat saya yang biasanya penuh perhitungan dan detail, menjadi gundah gulana seperti ini..

Sedangkan, saya belum mengenalnya.. Apakah ia seiman? apakah ia sepadan? Ops, salah nanya. Saya ulangi pertanyaannya :

"Apakah kamu seiman denganku?"
"Apakah kamu sepadan denganku?"


Wednesday, 7 May 2014

Kerusuhan Mei 1998

Awalnya gw cuek dan ga pernah memikirkan bagaimana dan apa yang terjadi pada korban-korban kerusuhan Mei 1998. Tapi, makin banyak diingatkan, makin banyak membaca pengalaman orang-orang yang tertindas saat itu, gw mulai memikirkan dan membayangkan betapa menyeramkannya Jakarta pada saat itu.

Ya, saat tahun 1998, gw masih terhitung kecil dan ga tahu apa-apa. Yang gw ingat saat itu, keluarga gw cuma bisa diam di dalam rumah, takut dengan orang-orang di luar. Gw sedikit ingat waktu mama gw bilang kalau saat itu kami ga boleh keluar rumah.

Mungkin keluarga gw termasuk salah satu keluarga yang beruntung. Kami tinggal di salah satu tempat pemukiman padat penduduk, di dalam gang yang jauh dari keramaian. Puji Tuhan, keluarga kami ga kenapa-kenapa, hanya diselimuti rasa takut saja. Saat itu, gw ga pernah ada bayangan tentang apa yang terjadi di luar sana. Apa yang terjadi di jalan-jalan besar Jakarta dan apa yang terjadi dengan kaum Tionghua di luar sana. Umur 7 tahun masih terlalu muda bagi gw untuk memikirkan penderitaan yang dialami oleh orang lain dari kaum gw. Yang gw tau, gw ga boleh keluar rumah. Itu saja.

Setelah menginjak masa remaja, baru gw diceritakan dengan jelas tentang sejarah bangsa Indonesia yang kelam. Guru sejarah gw yang pribumi tapi tampang mirip Tionghua pun menceritakan dengan cukup detail, bagaimana ketakutan yang dihadapinya saat itu. Ya, yang pribumi saja takut, apalagi yang bukan. Itulah awalnya gw mengetahui seberapa besar dan kejamnya orang-orang pada masa itu..

Di tahun-tahun berikutnya, terutama saat facebook mulai terkenal, banyak teman yang share link-link yang menceritakan kejadian saat itu berdasarkan pengamatan atau pengalaman pribadi. Sungguh, jika gw ingin membayangkan korban-korban kerusuhan pada saat itu, gw ga pernah bisa membayangkan seberapa menderitanya korban-korban kerusuhan itu.

Melalui tulisan ini, gw ingin menyatakan rasa berduka gw kepada korban-korban kerusuhan tahun 1998. Semoga mereka yang menjadi korban dan tetap hidup sampai saat ini tetap dapat menjalani hidup yang penuh dengan makna, hidup yang berarti walau kekayaannya atau hak asasinya telah dirampas.

Thursday, 6 March 2014

Sidang Skripsi

18 Maret adalah hari yang gw tunggu-tunggu, setidaknya sejak pengumpulan softcover skripsi tanggal 4 Februari 2012.
Ya... Proses pengerjaan skripsi gw cukup lama, sampai gw butuh waktu lebih sehingga meminta perpanjangan waktu (ektend) selama seminggu. Teman-teman gw sudah ada yang mulai sidang skripsi sejak tanggal 7 Februari. Sejak saat itu, gw terus berpikir, kapan gw akan sidang? Jadwal sidang belum keluar sama sekali..

Sampai akhirnya, pada tanggal 11 Maret, jadwal sidang gw keluar. Dan saat itulah semua perasaan bercampur jadi satu. Ada rasa takut, was-was, kaget, tapi juga ada rasa senang, karena penantian gw segera berakhir. :D Saat itu, gw langsung mencari tahu kira-kira siapa saja dosen yang available untuk menjadi dosen penguji gw. Dan ternyata cukup banyak dosen yang available, termasuk nama dosen yang gw takutkan untuk menjadi penyidang gw. Untunglah.. ada 1 nama dosen yang juga gw takutkan untuk menjadi penyidang ternyata tidak available karena ada jadwal mengajar.

Namun, ternyata, pada saat hari-H dosen yang gw pikir tidak mungkin hadir menjadi dosen penguji gw malah jadi dosen penguji gw. Salah satu anggota kelompok skripsi gw pun kaget luar biasa, tadinya ia sudah panik, tapi menjadi makin panik!! Waduhh... Tapi gw meminta dia untuk tetap bersikap biasa saja dan tenang..

Akhirnya setelah selesai briefing, kami adalah kelompok yang maju kedua, sehingga kami harus menunggu terlebih dahulu sampai kelompok pertama selesai.. Setelah tiba giliran kami, kami mulai presentasi. Ya, presentasi kan gitu-gitu aja yah? :D
Hal tak terduga selama presentasi kelompok kami : Di tengah presentasi, baterai laptop habis dan akhirnya hibernate. Untungnya, laptop yang dipinjam tersebut mereknya sama dengan laptop gw, jadi bisa pakai charger laptop gw.
Lalu, demo aplikasi yang tadinya pakai video ternyata tak jadi dipakai karena dosen penguji meminta untuk mendemokan aplikasi secara langsung dengan HP (karena skripsi gw ini adalah pembuatan aplikasi untuk android). Selama demo, ternyata ditemukan beberapa kekurangan dari aplikasi ini.

Lalu setelah kami bertiga selesai presentasi, tiba giliran anggota pertama untuk ditanyai , Stevanie Joey adalah orang pertama yang disidang. Gw dan Irene Sofieanita harus menunggu di luar. Setelah Stevanie selesai, dia buka pintu dan memanggil Irene untuk disidang, di saat itu juga, Stevanie berkata "Deddy, mati lu, back end kita dibantai"... Ya, gw melihat matanya merah dan berair, hal itu cukup membuat gw dan Irene takut... Tapi kemudian gw mulai bersikap biasa dan santai. :D hehehe..

Akhirnya tiba giliran gw, gw masuk dengan kondisi terbaik yang bisa gw berikan saat itu. Tapi salah satu penguji berkata "Kamu koq berantakan sekali yah?"
ahhh... kesan yang tidak menyenangkan. gw pun akhirnya menanggapi dengan senyum dan berkata bahwa gw udah berusaha untuk serapi mungkin. hehehe..
Btw, penguji sidang kami adalah Bu Jurike dan Pak Robby Saleh.. Berdasarkan pendapat dari pembicaraan dengan teman-teman gw, mereka adalah dosen yang cukup ditakuti sebagai penguji skripsi..
Gw sih ga menerima begitu saja.. hehehe... Karena gw memang belum mengenal mereka dengan baik. Siapa tahu kalau ternyata mereka adalah orang yang ramah dan pengertian. :D

Penguji pertama yang bertanya adalah pak Robby Saleh, beliau menanyakan banyak hal tentang pengembangan aplikasi, termasuk codingan..

Pertanyaan yang diberikan sih memang sesuai dengan apa yang gw kerjakan sih.. :D
Contoh-contoh pertanyaannya :

Berdasarkan pernyataan teman-temanmu, ini aplikasi kamu yang buat?
Coba lihat class diagram, class diagram itu apa sih?
Hmm.. di class ini, method ini buat apa? maksudnya apa?
coba tunjukin codingannya,, ada ga?
di situ ada tulisan void, maksudnya apa yah??
selain void, memang bisa return apa lagi sih?
coba tunjukin contohnya di codingan kamu, ada ga contohnya yang bukan void?
Ini kan kamu buat simulasi, ada perhitungannya dong? coba lihat dong formula yang digunakan ,

yahh. kurang lebih seperti itulah pertanyaan yang dilontarkan..
Hehehe..

akhirnya setelah selesai sidang, kami semua dipanggil masuk untuk pengumuman.  dan dari hasil pengumuman , didapat hasil sidang kami semua mendapat grade B.
Puji Tuhaann.. ternyata perjuangan gw selama ini tidak sia-sia.. :D

Gw berterima kasih buat semua teman-teman gw yang udah support gw selama pembuatan skripsi, dan juga teman-teman gw yang udah dateng nonton sidang skripsi gw....
(KV, rio, rudy, winardi, octa, gunawan, ervia, erwin, dan entah siapa lagi yang gw lupakan. *maaf yah.. hehe)

note : post ini seharusnya masih ada lanjutannya, tapi berhubung lagi males, jadi kalian baca sampe sini dulu yah. Kapan-kapan gw lanjutin lagi ceritanya di sini. hehehe.. :D

Kerja jadi IT untuk End User itu enak..

Kerja jadi IT yang melayani end user itu enak, bisa bersosialisasi sama user, apalagi kalau dalam satu kantor, karyawannya banyak..
Lebih enak lagi, kalau karyawannya masih muda-muda, lebih nyambung buat ngobrol, temen banyak.
Lebih enak lagi, kalau jumlah karyawatinya banyak..
Lebih enak lagi, kalau karyawatinya rata-rata masih muda dan baru lulus SMA atau yang kuliah sambil kerja.. :D
Lebih enak lagi, kalau setiap hari ada masalah, pasti ada aja yang telpon, biasanya sih kalau yang ga ngerti komputer yang sering nelpon.. Kalau gitu kan, berarti kebanyakan cewe cantik yg nelpon.. hahaha...

Abis dibantu, masalah beres, diucapin terima kasih, dapet senyum indah.. enak tohh.. hahaha..
Tapi ga semua yang dibaca di sini bisa terjadi, jadi jangan berkecil hati, jangan sedih juga kalau kerja IT untuk end user yang kurang menyenangkan.. Selalu ada sisi baiknya, tergantung kita mau lihat sisi baiknya atau ga. Dan tergantung kita juga, mampu melihat sisi baiknya atau ga.. :)

Wednesday, 23 October 2013

First Job...

Sudah hampir 6 bulan gw bekerja sebagai programmer. Rasanya? great! hehe.. Gw seneng bisa jadi programmer. Sebuah profesi yang gw idamkan sejak awal gw kuliah. Gw ga pernah tau bagaimana gw akan bekerja. Gw ga pernah tau di mana gw akan kerja. Tapi gw selalu yakin Tuhan (Allah yang menciptakan langit dan bumi, Allah Sang Perencana) tentu saja telah merencanakan hidup gw ini dan akan selalu menuntun langkah hidup gw sehingga semuanya berjalan sesuai dengna rencana-Nya.

Awal Mei 2013, gw memulai bekerja sebagai programmer di sebuah perusahaan farmasi di Jakarta. Gw dapet kerjaan ini bukan dengan mencarinya di koran, ataupun di media online. Gw mendapatkannya dari salah seorang yang gw kenal bertahun tahun lalu, Grace. Well, actually gw ga pernah kenal grace sampai sangat dekat. Gw kenal sebatas kenal aja di gereja. Saat gw sudah lulus, tiba-tiba Grace yang udah lama ga pernah gw kontak, tiba-tiba menghubungi gw dan menawarkan pekerjaan di perusahaan tempat dia bekerja.

Singkat cerita, gw diinterview dan diterima di pertengahan bulan April. Sekitar tanggal 18 atau 19 April. Kalau ga salah saat itu hari Jumat (jadi tanggal 19) dan paginya gw mengajar Devi, salah seorang "murid" gw yang sedang mempersiapkan diri untuk ikut OSK TIK. Gw lagi di SMA 2 dan HP gw bunyi. Pak Yugi, telpon gw dan bertanya kapan bisa bertemu untuk interview. Hari itu juga, setelah selesai mengajar Devi, gw langsung ke kantor di daerah Pluit Selatan untuk interview dengan pakaian yang gw pakai saat itu. hehe..

Saat sampai, gw langsung ketemu calon supervisor gw, ko Ardhy, dan sekitar jam 1an, interview dimulai. Di ruangan itu, ada ci Melka, Pak Yugi, ko Ardhy, dan pak Indarmadi. Well, akhirnya gw langsung ditanya kapan bisa mulai? Gw pikir jangan dalam 1 minggu ke depan. Hahaha.. soalnya udah ada rencana yang akan gw lakukan di 1 minggu ke depan (kan gw ga tau klo gw bakal dapet telpon hari itu. hehe..). Jadi, akhirnya tanggal 1, tepat awal bulan gw pertama kali bekerja.

Masuk jam 8 pagi, gw langsung ketemu ko Ardhy (sebenernya awalnya gw bingung kenapa dia selalu ada di depan pintu. hahaha...) Setelah kira-kira semua karyawan dateng, gw kenalan dengan setiap orang di setiap lantai, Total kurang lebih ada 90 orang.. hehe..
Ternyata ruangan tempat gw bekerja ada di lantai paling atas. Lantai 5. Ga tinggi lah, gw udah 3 tahun lebih di binus naik turun tangga dan dibandingkan dengan tangga di kantor gw, rasanya beda jauh lah..Naik 5 lantai, cuma berasa 2 lantai doang. :P

Well, gw sedikit kaget karna di ruangan tempat gw kerja totalnya ada 4 cewe dan 2 cowo (termasuk gw)..
Ternyata 3 orang cewe adalah IT staff,  lalu ada ci Melka, ko Ardhy, dan gw. Hehe.. Cukup seneng karna di sini semuanya masih berjiwa muda. haha.. Gw kirain bakal ada orang 1 ruangan yang gap umurnya jauh ama gw sehingga hanya akan ada topik pembicaraan yang sangat terbatas. Ternyata, 3 orang IT staff ini bisa dibilang seumuran sama gw. Hahaha..

Sebenernya gw kerja dengan masa percobaan 3 bulan, tapi gw ga merasakan kalau gw sedang dalam masa percobaan sih, jadi ga pernah ada rasa takut ga lolos atau gagal dalam masa percobaan ini. :D
Nyatanya, bener. Di akhir bulan ketiga, gw mendapat surat pengangkatan sebagai programmer dan karyawan tetap di perusahaan ini. Betapa senangnya gw saat itu! :)

Sekarang, gw udah hampir 6 bulan. Waktu yang cukup bagi gw untuk mengenal lebih banyak karyawan di sana. Hehe.. Sebenernya gw termasuk orang yang sulit berbaur, karena ga pernah tahu harus ngomong apa dan bagaimana membuat teman atau tampil menarik sehingga orang lain tanpa diminta jadi tertarik sama gw. Gw bukan orang seperti itu. hehe..

Sampai di bulan ke-6 ini, gw tetap merasa senang bisa bekerja seperti ini. hehe. Gw tetep ada kesempatan buat belajar materi bar ( jQuery, css, html5, PHP, banyak dehh..).

Bagaimana dengan rasa jenuh?  Ada. Di setiap bulannya, ada sekitar 1-3 hari (tidak berturut-turut), gw merasakan jenuh yang amat sangat. Jenuh yang gw maksud adalah gw tidak bisa berpikir sama sekali dan rasanya gw tidak bisa melanjutkan apa yang gw kerjakan saat itu. Jadi, gw akui, dalam 1 bulan, kira-kira ada total 1-5 hari gw benar-benar tidak bekerja dengan efektif. Rasanya cuma ke kantor, nyalain komputer, numpang duduk, sedikit bercanda dengan teman se-ruangan. ngopi, browsing sesuatu yang menghibur , lalu pulang. Ya, gw akui. hehe.. Semoga aja ini ga sering-sering. :P
Rasa jenuh yang muncul, gw rasa seperti tanah di ladang. Akan rusak kalau ditanami tanaman yang sama selama bertahun tahun. Harus ada variasi, sehingga tanah bisa menjadi subur lagi. Gw ga pernah kepikiran kalau ilmu tanam ini berlaku pada gw juga. hehehe..

Lalu, adakah masalah lain? Ya, ada banyak masalah tak terduga. Gw pikir hidup gw udah berasa cukup sempurna dengan pekerjaan ini (ga ada ujian tengah semester, ga ada pembayaran uang kuliah lagi, ga ada tugas-tugas, presentasi, atau proyek apapun dari guru). Ternyata, ada saja masalah yang ga pernah gw harapkan untuk datang menghampiri gw di tengah kesibukan gw saat ini. Contohnya, ternyata gw mengalami konflik batin yang cukup besar di pertengahan masa percobaan gw. Saat itu, gw benar-benar ga bisa memikirkan apa-apa tentang kelanjutan pekerjaan gw. Gw terganggu dengan mantan pacar gw yang udah sekitar 5 tahun lost contact dan magically, ia datang dan mengusik kenyamanan hidup gw. Memang ada masalah yang belum terselesaikan. Untungnya, masalah kami bisa dibilang selesai, hehe.. Dan semoga lagi ga ada masalah macam gini yang mengganggu. hehe...

Ya, gw tau, masalah juga adalah salah satu faktor agar kita ga bosen hidup. Kalau hidup kita berjalan sesuai dengan rencana kita, bukankah hal itu akan jadi sangat membosankan? Semua hal berjalan sesuai dengan yang kita perkirakan? Well, gw berani bertaruh kalau siapapun akan bosan hidup kalau ga pernah ada masalah di dalam hidupnya.

Hmm... cukup sampai sini dulu deh catatan hidup gw. Hehe.. Semoga akan ada banyak hal menarik untuk diceritakan di artikel berikutnya.. :)

Tuhan memberkati.

Sunday, 6 October 2013

When Cyber World Connected to the Real World

Sabtu, 5 Oktober 2013.

Hari yang kurang terencana buat sebuah hari Sabtu. Awalnya gw berencana untuk belajar  coding bareng Vero via YM dan Facebook jam 7 malam. Rencana ini sebenarnya udah dibuat 1 minggu sebelumnya.

Tapi, sayang sekali ada hal yang benar-benar di luar dugaan.. Hari H-1 ,yaitu hari Jumat malam, ada seorang yang cukup penting bagi gw yang membuat gw terpaksa membatalkan janji yg telah dibuat 1 minggu sebelumnya.. Seorang yang ga pernah gw temui dan udah gw kenal selama errr... 6 tahun. Tapi gw lost contact dengannya dalam beberapa tahun terakhir.  Orang ini gw anggap sebagai adik gw.. karena memang ia seperti adik gw. :D hehehe..

Karna kebetulan dia sudah ada di Jakarta, jadi gw pikir kalau gw mungkin akan menyesal kalau gw melewatkan kesempatan ini. Jadi, hari Sabtu pagi menjelang siang, gw pergi berangkat untuk bertemu dengannya. Waktu ketemu, kami banyak ngobrol, dan jam 4 sore kami mengantri tiket untuk masuk ke rumah hantu yang isinya ga seperti nonton film horor, tapi lebih seperti masuk ke rumah sakit yang berhantu.. dan hantunya adalah orang-orang real yang hebat dalam bermain drama. .hehe..
Sebenernya yang bikin cukup berkesan adalah antriannya. Kami mulai ngantri sejak pukul 15.40 sebelum loket dibuka, dan itupun antrian sudah panjang dan sesak banget.

Jadi entah kami selesai ngantri jam berapa, mungkin sekitar jam 16.30 atau 16.45 baru selesai ngantri beli tiket. Setelah dapet tiket, kami masih harus ngantri lagi buat masuk ke dalam rumah hantunya. Ngantrinya ini bener bener parah bangetttt.. Karena sebagian besar yang ngantri yah bukan orang dewasa yang cukup tau sopan santun, tapi sebagian besar adalah anak-anak yang suka dorong-dorongan, mungkin kaya orang antri sembako kali.. haduhh.. itu parah banget..

Tapi sepertinya penantian yang panjang dan capek itu terbayar setelah masuk ke dalam rumah hantu. hahaha.. Make up, settin ruangan, semuanya terlihat sangat real, cuma sayangnya gw bukan orang yang takut atau kaget dengan hal gituan. haha..gw cuma bisa ketawa-ketawa doang ngeliat beberapa orang lain yang menjerit ketakutan..

Selain ke rumah hantu, sebelumnya kami makan di Ajisen Ramen, jalan-jalan sambil ngobrol, dan makan burger setelah keluar dari rumah hantu.. hehe..

eh, tau-tau udah jam 6.30 aja.. padahal kalau sesuai rencana, harusnya jam 7 gw udah online di rumah. Sedangkan perjalanan naik transJakarta dan angkot pulang ke rumah bisa makan 1 jam lebih. hehehe..
Akhirnya gw sms Vero kalau gw terpaksa membatalkan janji hari ini dan akhirnya di undur di kesempatan lain. hehee.. Untungnyaaa.. Vero juga ternyata ketemu temen lama, jadi hehee... ga ada yang merasa dirugikan..

Well, Sabtu ini cukup berkesan, semoga suatu saat nanti bisa ketemu dengan adik angkat gw ini.. hehehe.. :D

Poll