Selamat tahun baru 2016!
"Thank You 2015! You're so good to me! Welcome 2016!"
"Page 1 of 366"
"First (sunrise / durian / selfie / dinner ) in 2016!"
"New Year, New Hope!"
Ada begitu banyak tulisan seperti itu yang kita baca di timeline kita. Dan seringkali post tersebut membuat kita sedikit iri dengan mereka yang "kelihatannya" hidupnya sangat bahagia.
Apa yang muncul dalam benakmu? apakah sama denganku?
"Mengapa sepertinya hidup saya tidak seindah hidup mereka? Mengapa hidup yang saya alami begitu jahat? Saya sangat menderita menghadapi tahun-tahun ini. Saya ingin kembali menjadi anak kecil yang penuh dengan kebahagiaan, yang tidak memikirkan banyak masalah"
Saya yakin, anda pun mungkin mengalami hal yang sama. Saya yakin mereka yang post hal-hal indah itu juga mengalami hal yang sama.
Jadi, buat apa iri? Tidak perlu iri, kita semua mengalami hal yang buruk, kita semua punya masalah koq. Hanya saja, dengan adanya masalah, tidak berarti kita tidak bisa bahagia. Kita bisa menjadi bahagia dengan hal-hal kecil. Syukuri semua yang telah terjadi, dan lakukan hal-hal baik sebaik mungkin untuk masa depan yang baik.
Bercermin! Evaluasi diri adalah hal penting yang tidak boleh kita lewatkan dalam hidup kita. Apakah kita sudah melakukan yang terbaik? Apakah respon saya terhadap orang-orang yang menentang dan membenci saya sudah benar? Apakah saya sudah peka terhadap kasih sayang orang lain terhadap saya ? Jangan-jangan saya sudah mengabaikan tindakan kasih sayang / kepedulian orang lain terhadap saya.
Move On! Ternyata ada banyak yang telah kita lewatkan yah! Kebiasaan-kebiasaan kita mungkin telah membuat kita tidak bisa berbuat banyak hal-hal positif untuk lingkungan dan sesama. Move on dari kebiasaan-kebiasaan lama yang menjerat, Setiap bangun pagi, ingatlah akan tekat baru kita, perhatikan dengan seksama langkah-langkah dan perkataan kita sehari-hari.
Berdoa! Tapi apalah daya kita sebagai manusia, kita punya banyak keterbatasan. Tapi kita ini umat beragama, iya kan?! Kita punya Tuhan Sang Pencipta, Sang Pelindung, Sang Pemimpin hidup kita.
Berdoa, minta Tuhan bantu kita untuk menjalani tahun 2016 ini dengan sikap yang benar, berdoa minta Tuhan bantu kita menghilangkan hal-hal yang negatif dari diri kita dan dari lingkungan kita. Tuhan menyertai setiap umat-Nya.
Selamat tahun baru 2016, Tuhan memberkati!
Blog ini awalnya gw buat untuk tempat cerita gw, gw harap dari pengalaman-pengalaman lucu yang gw alami bisa menghibur teman-teman gw atau siapapun yang membacanya. tapi kemudian ternyata gw lebih banyak menuangkan pikiran dan pengalaman gw di blog ini, Kisah hidup gw yang indah pun tercatat di blog ini, sehingga gw pun menamakannya His Stories, karena Dia, Tuhan yang udah bekerja dalam hidup gw, .
Friday, 1 January 2016
Wednesday, 30 September 2015
Untuk Apa?
Dua puluh lima tahun, adalah waktu yang cukup lama untuk menunggu, tapi itu tidaklah cepat untuk memenangkan sebuah kesempatan. Yah, saya hidup di dunia ini, diberikan kesempatan untuk melakukan banyak hal. Tapi, apa tujuan hidup saya telah tercapai?
Apakah, ketika saya diciptakan di dunia ini, saya bernegosiasi dengan Tuhan? Apakah saya "berkampanye" di hadapan Tuhan?
Anugrah-Nya kan? Ternyata puluhan mungkin ratusan kali saya membaca kutipan ayat tersebut, saya mengira kalau kalimat tersebut hanya ditujukan kepada Adam dan Hawa. Sepertinya saya selama ini salah. Kalimat itu ternyata ditujukan kepada saya juga.. Saya harus menjaga bumi ini, berkuasa atas semua yang ada di bumi, berarti saya harus menjaga semuanya baik-baik seolah sayalah yang memiliki kekayaan bumi ini.
Ya, sama seperti ketika saya memiliki laptop baru, atau HP baru, maka saya pasti akan menjaganya baik-baik, menjaganya sebaik mungkin jangan sampai terkena gores, jangan sampai terjatuh, terbanting, terciprat air atau apapun yang membuatnya rusak atau jelek.
Sama seperti mainan mobil-mobilan rakitan saya semasa SD yang saya beli dengan mengumpulkan uang jajan saya, saya rakit, dan saya jaga hingga saya besar, mainan itu tetap ada, walau memang umur tidak bisa bohong, pasti ada masanya mainan itu rusak, sebagus apapun perawatan kita.
Begitu pula dengan bumi ini, berarti saya tidak boleh melakukan hal-hal yang bisa membuat bumi ini rusak. Apapun yang saya kerjakan, saya perlu memerhatikan dampaknya bagi bumi ini.
Jadi, untuk apa? untuk apa saya hidup? Dua puluh lima tahun saya hidup, apakah saya sudah melakukan yang terbaik dalam hidup saya? apakah saya sudah selangkah lebih maju dalam mencapai tujuan hidup saya? Saya rasaaa... ada cukup banyak waktu yang telah saya sia-siakan selama 25 tahun ini. Malam ini, saya mengevaluasi diri saya sendiri. Apakah selama saya sekolah, kuliah, kerja, bermain, nongkrong, semua kegiatan yang saya lakukan selama ini, apakah itu berarti? Atau jangan-jangan saya tidak tahu saya hidup untuk apa? Sehingga akhirnya saya cuma mengikuti kemana tren membawa saya ?
Untuk apa teman? Untuk apa? Untuk apa, setiap perjuangan yang kita lalui? Untuk apa air mata yang pernah kita keluarkan? Apakah itu ada gunanya? Untuk apa hati ini masih tetap keras dengan prinsip kita yang salah? Mengapa saya masih melakukan ini dan itu yang saya tahu itu tidak membawa saya kepada tujuan hidup saya??
....
....
....
Semoga Tuhan membimbing saya, menuntun saya, dan juga anda dalam mencapai tujuan hidup saya, dan anda.
Tuhan memberkati.
Apakah, ketika saya diciptakan di dunia ini, saya bernegosiasi dengan Tuhan? Apakah saya "berkampanye" di hadapan Tuhan?
" Tuhan, kalau Engkau memberikanku kesempatan untuk hidup, maka saya akan melakukan ini, dan ini, lalu dengan begitu dunia ini akan menjadi lebih baik. Berikan saya kesempatan untuk hidup, ya Tuhan."Saya rasa tidak seperti itu. Mungkin juga saya tidak pernah mendapatkan kesempatan sedikitpun untuk bernegosiasi. Saya pikir, saya bisa hidup di dunia ini, karena anugrah Tuhan.
"Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka:
"Beranakcuculah dan bertambah banyak;
penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
Berfirmanlah Allah:
"Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu."
Ya, sama seperti ketika saya memiliki laptop baru, atau HP baru, maka saya pasti akan menjaganya baik-baik, menjaganya sebaik mungkin jangan sampai terkena gores, jangan sampai terjatuh, terbanting, terciprat air atau apapun yang membuatnya rusak atau jelek.
Sama seperti mainan mobil-mobilan rakitan saya semasa SD yang saya beli dengan mengumpulkan uang jajan saya, saya rakit, dan saya jaga hingga saya besar, mainan itu tetap ada, walau memang umur tidak bisa bohong, pasti ada masanya mainan itu rusak, sebagus apapun perawatan kita.
Begitu pula dengan bumi ini, berarti saya tidak boleh melakukan hal-hal yang bisa membuat bumi ini rusak. Apapun yang saya kerjakan, saya perlu memerhatikan dampaknya bagi bumi ini.
Jadi, untuk apa? untuk apa saya hidup? Dua puluh lima tahun saya hidup, apakah saya sudah melakukan yang terbaik dalam hidup saya? apakah saya sudah selangkah lebih maju dalam mencapai tujuan hidup saya? Saya rasaaa... ada cukup banyak waktu yang telah saya sia-siakan selama 25 tahun ini. Malam ini, saya mengevaluasi diri saya sendiri. Apakah selama saya sekolah, kuliah, kerja, bermain, nongkrong, semua kegiatan yang saya lakukan selama ini, apakah itu berarti? Atau jangan-jangan saya tidak tahu saya hidup untuk apa? Sehingga akhirnya saya cuma mengikuti kemana tren membawa saya ?
Untuk apa teman? Untuk apa? Untuk apa, setiap perjuangan yang kita lalui? Untuk apa air mata yang pernah kita keluarkan? Apakah itu ada gunanya? Untuk apa hati ini masih tetap keras dengan prinsip kita yang salah? Mengapa saya masih melakukan ini dan itu yang saya tahu itu tidak membawa saya kepada tujuan hidup saya??
....
....
....
Semoga Tuhan membimbing saya, menuntun saya, dan juga anda dalam mencapai tujuan hidup saya, dan anda.
Tuhan memberkati.
Monday, 21 September 2015
Duh.. Nanti Saja Dehh..
Duhh.. nanti saja deh, ntar juga akan ada waktunya koq.. ntar deh, sebentar lagi, eh.. besok aja pas lagi ada ini, eh, pas sempet aja dehh...
Begitulah kita, iya kan? Selalu menunda-nunda. Dan akhirnya apa yang kita tunda, tidak pernah kita kerjakan. Ya, Akhirnya apa yang kita "janjikan" akan dilakukan nanti, ternyata tidak dilakukan, atau kalaupun sempat dilakukan, kemungkinan kita tidak bisa mengerjakannya dengan maksimal.
Begitu juga saya ketika akan update blog ini. Sudah ada keinginan dari akhir tahun lalu untuk update blog saya, menceritakan pengalaman saya yang serunya luar biasa!! Tapi, semua itu tinggallah niat saja.. Tidak pernah terjadi sampai sekarang..
Iya nih, ada banyak yahh ada hal-hal dalam hidup kita yang selalu kita tunda. 18 September 2015, adalah salah satu hari penyesalan saya, apa yang saya tunda-tunda akhirnya menjadi bumerang bagi saya. Sesuatu yang sepertinya saat ini pun saya tidak bisa menceritakannya..
Oke, ada hal lain lagi? adaa.. hehehe.. November 2014, saya diajak seorang teman saya untuk mendaki gunung. Luar biasa semangatnya saya saat itu. Lia, bertemu dengan saya setelah sekian lama tak bertemu, dia mengajakku naik gunung. Saya belum pernah naik gunung, tapi saat itu memang saya sudah suka jalan-jalan dan kuliner. Ke Bogor, ke Tangerang, ke Bogor lagi, ke sana, ke sini..
Hingga akhirnya Lia mengajakku ke gunung. Iya juga yah, kenapa gak pernah kepikiran sebelumnya?!!
Akhirnya saya pun jadi ke gunung bersama Lia dan kawan-kawan, termasuk dengan temannya Lia (yang kini menjadi teman saya juga). Sepertinya cerita perjalanan naik gunung pertama saya ditunda aja ya di post berikutnya? #ehhh... lagi-lagi ditunda.. Ntar bakal jadi cerita gak nih? Hehehe..
Banyak hal baru terjadi selama 1 tahun terakhir, Saya akui, saya sendiri juga telah berubah, saya tidak seperti saya yang dulu lagi. Kini saya mulai menyibukkan diri dengan hal-hal lain.. Kisah-kisah pendekatanku dengan seorang teman cewe pun tidak sempat saya ceritakan di sini.. Dari hati berbunga-bunga, berbusa-busa seperti soda, meletup-letup seperti popcorn, hingga terasa tawar dan tak ada rasanya lagi,
Banyak banget, banyak banget hal yang udah saya lewatkan untuk diceritakan disini, akibat penundaan saya yang sudah terlalu lama dan akut..
Duhh.. ngomong-ngomong akut, saya akui saya udah seperti seorang jomblo akut. Hahaha..
*pstt.. mungkin anda gak akan percaya kalau di group LINE saya ada group untuk "Jomblo Akut".. hehehe.. Memang ada sih, tapi cuma bercandaan aja, tapi memang, isinya cowo-cowo jomblo smua. wkwkwk..
ada yang mau dikenalin? :P Atau mau kenalan dengan saya? hahahaha...
See you on the next chapter of my life.. Makasih sudah menjadi pembaca setia blog saya.
Doakan saya yah, biar post berikutnya gak ketunda tunda lagi.. hehehe..
Begitulah kita, iya kan? Selalu menunda-nunda. Dan akhirnya apa yang kita tunda, tidak pernah kita kerjakan. Ya, Akhirnya apa yang kita "janjikan" akan dilakukan nanti, ternyata tidak dilakukan, atau kalaupun sempat dilakukan, kemungkinan kita tidak bisa mengerjakannya dengan maksimal.
Begitu juga saya ketika akan update blog ini. Sudah ada keinginan dari akhir tahun lalu untuk update blog saya, menceritakan pengalaman saya yang serunya luar biasa!! Tapi, semua itu tinggallah niat saja.. Tidak pernah terjadi sampai sekarang..
Iya nih, ada banyak yahh ada hal-hal dalam hidup kita yang selalu kita tunda. 18 September 2015, adalah salah satu hari penyesalan saya, apa yang saya tunda-tunda akhirnya menjadi bumerang bagi saya. Sesuatu yang sepertinya saat ini pun saya tidak bisa menceritakannya..
Oke, ada hal lain lagi? adaa.. hehehe.. November 2014, saya diajak seorang teman saya untuk mendaki gunung. Luar biasa semangatnya saya saat itu. Lia, bertemu dengan saya setelah sekian lama tak bertemu, dia mengajakku naik gunung. Saya belum pernah naik gunung, tapi saat itu memang saya sudah suka jalan-jalan dan kuliner. Ke Bogor, ke Tangerang, ke Bogor lagi, ke sana, ke sini..
Hingga akhirnya Lia mengajakku ke gunung. Iya juga yah, kenapa gak pernah kepikiran sebelumnya?!!
Akhirnya saya pun jadi ke gunung bersama Lia dan kawan-kawan, termasuk dengan temannya Lia (yang kini menjadi teman saya juga). Sepertinya cerita perjalanan naik gunung pertama saya ditunda aja ya di post berikutnya? #ehhh... lagi-lagi ditunda.. Ntar bakal jadi cerita gak nih? Hehehe..
Banyak hal baru terjadi selama 1 tahun terakhir, Saya akui, saya sendiri juga telah berubah, saya tidak seperti saya yang dulu lagi. Kini saya mulai menyibukkan diri dengan hal-hal lain.. Kisah-kisah pendekatanku dengan seorang teman cewe pun tidak sempat saya ceritakan di sini.. Dari hati berbunga-bunga, berbusa-busa seperti soda, meletup-letup seperti popcorn, hingga terasa tawar dan tak ada rasanya lagi,
Banyak banget, banyak banget hal yang udah saya lewatkan untuk diceritakan disini, akibat penundaan saya yang sudah terlalu lama dan akut..
Duhh.. ngomong-ngomong akut, saya akui saya udah seperti seorang jomblo akut. Hahaha..
*pstt.. mungkin anda gak akan percaya kalau di group LINE saya ada group untuk "Jomblo Akut".. hehehe.. Memang ada sih, tapi cuma bercandaan aja, tapi memang, isinya cowo-cowo jomblo smua. wkwkwk..
ada yang mau dikenalin? :P Atau mau kenalan dengan saya? hahahaha...
See you on the next chapter of my life.. Makasih sudah menjadi pembaca setia blog saya.
Doakan saya yah, biar post berikutnya gak ketunda tunda lagi.. hehehe..
Sunday, 21 June 2015
Selamat Jalan, Kawan.
18 Mei 2015, bukanlah hari yang baik bagiku. Tak pernah kusangka aku akan mendapatkan kabar buruk di pagi itu.
Seorang teman kecilku, teman bermainku di masa SD, meninggal dunia.
Sedih memang, apalagi ketika ku menyadari bahwa aku memang tidak banyak berbicara dengannya ketika dewasa. Terakhir kalinya ku bertemu dengannya adalah pada saat reuni SD di Jetski Cafe. Itu juga adalah pertama kalinya kami mengobrol sejak perpisahan kami saat SD.
Ya, saat SD kelas 5, ia sudah tidak satu sekolah lagi denganku. Ia dan orangtuanya pindah rumah ke daerah Tanah Abang. Tanah Abang adalah tempat yang jauh bagiku saat itu. Tak pernah terpikirkan olehku untuk pergi ke tempat sejauh itu.
Tanda tanya mulai bermunculan dari teman-teman semasa SD, bagaimana bisa Agus Budianto meninggal ? Kami pun saling bertanya, di dalam group chat di LINE, kami bertanya pada teman dekatnya yang kami kenal, Eddi Ermawan.
Ternyata, Eddi sendiri pun belum tahu penyebab kematian teman dekatnya itu. Ia hanya mengetahui kabar itu pada hari Minggu, 17 Mei 2015. Ia ditelpon oleh adiknya Agus.
Akhirnya kami sepakat untuk datang ke Rumah Duka Jelambar jam 7 malam pada hari itu juga. Hari Senin 18 Mei 2015. Beberapa dari kami, ada yang pulang kerja langsung ke rumah duka, ada pula yang sempat pulang ke rumah dahulu.
Kami datang, mendoakannya, dan... inilah reuni kecil yang paling tidak diinginkan.. yaitu ketika ada teman kami yang pergi.. ;(
Agus,teman mainku saat kecil. Aku ingat ketika kami berlari-lari di lapangan sekolah, mengejar lelaki.. hihi.. Iyalah, kan main polisi maling, main tak jongkok, tak pernah sama sekali kami mengejar cewe bersama. :P
Tapi aku ingat sekali, kalau Agus pernah suka (cinta monyet lah) sama Adelia, itu diingatnya sejak SD, sampai saat reuni terakhir pun ia masih ingat dengan nama Adelia.. padahal.. namaku saja ia tidak ingat..
Selamat jalan kawan, semoga sgala kebaikanmu terbalaskan...
Seorang teman kecilku, teman bermainku di masa SD, meninggal dunia.
Sedih memang, apalagi ketika ku menyadari bahwa aku memang tidak banyak berbicara dengannya ketika dewasa. Terakhir kalinya ku bertemu dengannya adalah pada saat reuni SD di Jetski Cafe. Itu juga adalah pertama kalinya kami mengobrol sejak perpisahan kami saat SD.
Ya, saat SD kelas 5, ia sudah tidak satu sekolah lagi denganku. Ia dan orangtuanya pindah rumah ke daerah Tanah Abang. Tanah Abang adalah tempat yang jauh bagiku saat itu. Tak pernah terpikirkan olehku untuk pergi ke tempat sejauh itu.
Tanda tanya mulai bermunculan dari teman-teman semasa SD, bagaimana bisa Agus Budianto meninggal ? Kami pun saling bertanya, di dalam group chat di LINE, kami bertanya pada teman dekatnya yang kami kenal, Eddi Ermawan.
Ternyata, Eddi sendiri pun belum tahu penyebab kematian teman dekatnya itu. Ia hanya mengetahui kabar itu pada hari Minggu, 17 Mei 2015. Ia ditelpon oleh adiknya Agus.
Akhirnya kami sepakat untuk datang ke Rumah Duka Jelambar jam 7 malam pada hari itu juga. Hari Senin 18 Mei 2015. Beberapa dari kami, ada yang pulang kerja langsung ke rumah duka, ada pula yang sempat pulang ke rumah dahulu.
Kami datang, mendoakannya, dan... inilah reuni kecil yang paling tidak diinginkan.. yaitu ketika ada teman kami yang pergi.. ;(
Agus,teman mainku saat kecil. Aku ingat ketika kami berlari-lari di lapangan sekolah, mengejar lelaki.. hihi.. Iyalah, kan main polisi maling, main tak jongkok, tak pernah sama sekali kami mengejar cewe bersama. :P
Tapi aku ingat sekali, kalau Agus pernah suka (cinta monyet lah) sama Adelia, itu diingatnya sejak SD, sampai saat reuni terakhir pun ia masih ingat dengan nama Adelia.. padahal.. namaku saja ia tidak ingat..
Selamat jalan kawan, semoga sgala kebaikanmu terbalaskan...
Wednesday, 18 March 2015
It's been a while...
Sudah cukup lama rasanya gw gak update post di blog lagi.
Daaannn... Sebenernya banyak yang ingin gw ceritakan. Tapi berhubung di rumah gak ada akses internet sedangkan di kantor jarang ada waktu kosong buat nge-blog, jadi gw gak bisa sering-sering ngepost deh..
Well, itu cuma alasan aja sih sbenernya, Kan bisa aja dirumah gw buat tulisan dulu, baru dicopy-paste setelah di kantor atau sepulang kantor mampir ke tempat nongkrong yang ada WIFI-nya.
Ahhh.. oke, Jadiiii,, ada request gw cerita tentang apa?
Kehidupan Kristen gw? Hubungan gw dengan Tuhan?
Hubungan dengan teman-teman dan sahabat? Atau hubungan dengan seseorang yang diam-diam gw taksir? Tentang pekerjaan gw? Kualitas hidup gw ? Berat badan gw? opss.. hihihi..
Spoiler dikit, akhirnya berat badan gw naik lohhh.. gw makinbuncit gemukan... Jadi sebelum xin cia kmaren, jadi sekitar tanggal 15 Februari lahh, (*plis jangan sebut2 tanggal 14 Februari), gw baru pertama kalinya dalam seumur hidup gw, merasakan yang namanya celana kesempitan!!!
Iyaaa.. celana gw kesempitan, busett.. Celananya memang sih pas-pasan, apa yah istilahnya? Jegging yah? Semacam jeans tapi yang ketat gitu. Nah itu ukuran 29 yang biasanya pas-pasan, dan ternyata eh ternyataa... saat itu udah gak bisa pake lagi deh,
Setelah kejadian itu, gw akhirnya mencoba celana-celana lain dan ternyata totalnya ada sekitar 3-4 stel celana yang gw udah gak bisa pake. Padahal kan masih bagus celananyaaaa... :(
Sebelum menyadari hal itu sih... gw udah pernah nimbang, dan berat gw 61,5KG. Nahh setelah celana kesempitan, udah gak tau deh berapa, gak pernah nimbang lagi sampe sekarang.. :P
Paha gueeee... >.< ahhh.. gpp masih oke koq, asal perut jangan terlalu buncit aja.. hihihi..
Cerita lain menyusul yahh.. boleh dicomment utk request topik lainnya.. :D
Daaannn... Sebenernya banyak yang ingin gw ceritakan. Tapi berhubung di rumah gak ada akses internet sedangkan di kantor jarang ada waktu kosong buat nge-blog, jadi gw gak bisa sering-sering ngepost deh..
Well, itu cuma alasan aja sih sbenernya, Kan bisa aja dirumah gw buat tulisan dulu, baru dicopy-paste setelah di kantor atau sepulang kantor mampir ke tempat nongkrong yang ada WIFI-nya.
Ahhh.. oke, Jadiiii,, ada request gw cerita tentang apa?
Kehidupan Kristen gw? Hubungan gw dengan Tuhan?
Hubungan dengan teman-teman dan sahabat? Atau hubungan dengan seseorang yang diam-diam gw taksir? Tentang pekerjaan gw? Kualitas hidup gw ? Berat badan gw? opss.. hihihi..
Spoiler dikit, akhirnya berat badan gw naik lohhh.. gw makin
Iyaaa.. celana gw kesempitan, busett.. Celananya memang sih pas-pasan, apa yah istilahnya? Jegging yah? Semacam jeans tapi yang ketat gitu. Nah itu ukuran 29 yang biasanya pas-pasan, dan ternyata eh ternyataa... saat itu udah gak bisa pake lagi deh,
Setelah kejadian itu, gw akhirnya mencoba celana-celana lain dan ternyata totalnya ada sekitar 3-4 stel celana yang gw udah gak bisa pake. Padahal kan masih bagus celananyaaaa... :(
Sebelum menyadari hal itu sih... gw udah pernah nimbang, dan berat gw 61,5KG. Nahh setelah celana kesempitan, udah gak tau deh berapa, gak pernah nimbang lagi sampe sekarang.. :P
Paha gueeee... >.< ahhh.. gpp masih oke koq, asal perut jangan terlalu buncit aja.. hihihi..
Cerita lain menyusul yahh.. boleh dicomment utk request topik lainnya.. :D
Thursday, 12 February 2015
Seiman dan Sepadan
Ya, seiman dan sepadan adalah harga mati bagiku. Mungkin beberapa dari kalian sudah membaca frasa ini di status facebookku. Mungkin kau sudah mengerti artinya, mungkin juga kau tak tahu artinya, atau mungkin samar-samar.
Ya, seiman dan sepadan. Saya tidak berbicara tentang partner kerja, klien, atau syarat ikatan kerja sama dalam menjalankan sebuah bisnis, Saya sedang berbicara tentang pasangan hidup, yang sampai kini masih menjadi pergumulan saya.
Seiman, berarti pasangan hidup saya harus memiliki iman yang sama dengan saya. Oh tidak! Seagama saja tidak cukup. atau lebih spesifik lagi, menjadi seorang penganut agama Kristen Protestan saja tidak cukup. Mengapa? Karena kita bisa melihat dengan jelas ternyata ada banyak macam cara orang Kristen beribadah. Mengapa ada banyak aliran? ah, saya tidak sedang membicarakan penyebab keberbedaan ini, Saya mencari yang sama, yang sama-sama dengan penuh kesadaran mengakui dan mengimani bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat saya. Yang oleh karena itu, maka saya sebagai orang yang diselamatkan memiliki tanggung jawab pelayanan kepada Allah. Ahh,, Apakah kita seiman? Saya tidak tahu. Ingin cari tahu? Bagaimana kalau kita mencari waktu untuk membicarakan ini bersama? Entah sambil minum kopi dan makan, atau sambil menikmati alam yang indah yang telah disediakan Allah.
Sepadan? Ya jelas perlu. Mengapa? Tidak usah ditanya lagi lah yah, Sepadan yah artinya cocok, Cocok bukan berarti kita harus memiliki kesamaan 100%, Dalam pacaran, atau dalam tingkat lanjutnya, pernikahan. Kita perlu banyak komunikasi, Dalam komunikasi ini kita butuh beberapa hal. Saling mengerti, saling percaya dan bisa bekerja sama.
Saling mengerti. Ya, bisakah kita saling mengerti, jika saya sebagai seorang lulusan S1 (atau mungkin S2 jika nantinya saya berencana mengambil studi lanjut) saling mengerti dengan kamu yang mungkin lulusan SMP ? Ahh.. bisa saja sih, tapi bisa seberapa jauh? Jujur saya tidak ingin membuat perbedaan antara tingkat pendidikan, tapi bukankah komunikasi kita akan lebih klop, lebih cocok jika kita memiliki perbedaan jenjang pendidikan yang tidak terlalu jauh? (Ya, klo anda lulusan SMA atau SMK sedangkan saya S1 kan berarti gak beda jauh dong..).
Ah iya, "kedewasaan rohani" juga perlu diperhatikan. Bukannya mau sombong, tapi rasanya susah, kalau seorang yang udah mengenal Kristus belasan tahun, sudah mengerti pentingnya pelayanan dan penginjilan. mengerti dan sadar mengapa melayani dan menginjili, berhubungan dengan orang yang baru "lahir baru", yang mgkin baru mengenal Yesus pertama kali. Mungkin ia masih belum mengerti pentingnya sebuah pelayanan dan masih egois. Mungkin karna "lahir baru"nya itu, ia masih mengira kalau ia masih perlu dilayani, belum waktunya (masih jauh waktunya) untuk melayani orang lain.
Susah toh, kalau ada pasangan seperti itu ?
Maka itu, sebuah pasangan yang seiman dan sepadan memang sulit untuk ditemukan..
Beberapa bulan terakhir ini saya dibuat galau, dilemma dengan kondisi seperti ini, Bingung memang, Jika saya justru malah jatuh cinta dengan orang yang cukup asing bagi saya. Walau sudah pernah kenal dulu.. duluuu banget.. beberapa tahun lalu kenal, dan tak pernah komunikasi, tiba-tiba kembali berkomunikasi lagi dan muncullah perasaan yang kata orang "Oh inikah cinta?"
Ya, saya bimbang dan bingung.. Kata teman-teman dan mentor, saya perlu gumulkan.. Tapi, mana yang duluan? Gumulkan? atau kenali lebih dahulu? atau bersamaan? ahh.. Cinta.. Kau membuat saya yang biasanya penuh perhitungan dan detail, menjadi gundah gulana seperti ini..
Sedangkan, saya belum mengenalnya.. Apakah ia seiman? apakah ia sepadan? Ops, salah nanya. Saya ulangi pertanyaannya :
"Apakah kamu seiman denganku?"
"Apakah kamu sepadan denganku?"
Ya, seiman dan sepadan. Saya tidak berbicara tentang partner kerja, klien, atau syarat ikatan kerja sama dalam menjalankan sebuah bisnis, Saya sedang berbicara tentang pasangan hidup, yang sampai kini masih menjadi pergumulan saya.
Seiman, berarti pasangan hidup saya harus memiliki iman yang sama dengan saya. Oh tidak! Seagama saja tidak cukup. atau lebih spesifik lagi, menjadi seorang penganut agama Kristen Protestan saja tidak cukup. Mengapa? Karena kita bisa melihat dengan jelas ternyata ada banyak macam cara orang Kristen beribadah. Mengapa ada banyak aliran? ah, saya tidak sedang membicarakan penyebab keberbedaan ini, Saya mencari yang sama, yang sama-sama dengan penuh kesadaran mengakui dan mengimani bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat saya. Yang oleh karena itu, maka saya sebagai orang yang diselamatkan memiliki tanggung jawab pelayanan kepada Allah. Ahh,, Apakah kita seiman? Saya tidak tahu. Ingin cari tahu? Bagaimana kalau kita mencari waktu untuk membicarakan ini bersama? Entah sambil minum kopi dan makan, atau sambil menikmati alam yang indah yang telah disediakan Allah.
Sepadan? Ya jelas perlu. Mengapa? Tidak usah ditanya lagi lah yah, Sepadan yah artinya cocok, Cocok bukan berarti kita harus memiliki kesamaan 100%, Dalam pacaran, atau dalam tingkat lanjutnya, pernikahan. Kita perlu banyak komunikasi, Dalam komunikasi ini kita butuh beberapa hal. Saling mengerti, saling percaya dan bisa bekerja sama.
Saling mengerti. Ya, bisakah kita saling mengerti, jika saya sebagai seorang lulusan S1 (atau mungkin S2 jika nantinya saya berencana mengambil studi lanjut) saling mengerti dengan kamu yang mungkin lulusan SMP ? Ahh.. bisa saja sih, tapi bisa seberapa jauh? Jujur saya tidak ingin membuat perbedaan antara tingkat pendidikan, tapi bukankah komunikasi kita akan lebih klop, lebih cocok jika kita memiliki perbedaan jenjang pendidikan yang tidak terlalu jauh? (Ya, klo anda lulusan SMA atau SMK sedangkan saya S1 kan berarti gak beda jauh dong..).
Ah iya, "kedewasaan rohani" juga perlu diperhatikan. Bukannya mau sombong, tapi rasanya susah, kalau seorang yang udah mengenal Kristus belasan tahun, sudah mengerti pentingnya pelayanan dan penginjilan. mengerti dan sadar mengapa melayani dan menginjili, berhubungan dengan orang yang baru "lahir baru", yang mgkin baru mengenal Yesus pertama kali. Mungkin ia masih belum mengerti pentingnya sebuah pelayanan dan masih egois. Mungkin karna "lahir baru"nya itu, ia masih mengira kalau ia masih perlu dilayani, belum waktunya (masih jauh waktunya) untuk melayani orang lain.
Susah toh, kalau ada pasangan seperti itu ?
Maka itu, sebuah pasangan yang seiman dan sepadan memang sulit untuk ditemukan..
Beberapa bulan terakhir ini saya dibuat galau, dilemma dengan kondisi seperti ini, Bingung memang, Jika saya justru malah jatuh cinta dengan orang yang cukup asing bagi saya. Walau sudah pernah kenal dulu.. duluuu banget.. beberapa tahun lalu kenal, dan tak pernah komunikasi, tiba-tiba kembali berkomunikasi lagi dan muncullah perasaan yang kata orang "Oh inikah cinta?"
Ya, saya bimbang dan bingung.. Kata teman-teman dan mentor, saya perlu gumulkan.. Tapi, mana yang duluan? Gumulkan? atau kenali lebih dahulu? atau bersamaan? ahh.. Cinta.. Kau membuat saya yang biasanya penuh perhitungan dan detail, menjadi gundah gulana seperti ini..
Sedangkan, saya belum mengenalnya.. Apakah ia seiman? apakah ia sepadan? Ops, salah nanya. Saya ulangi pertanyaannya :
"Apakah kamu seiman denganku?"
"Apakah kamu sepadan denganku?"
Wednesday, 7 May 2014
Kerusuhan Mei 1998
Awalnya gw cuek dan ga pernah memikirkan bagaimana dan apa yang terjadi pada korban-korban kerusuhan Mei 1998. Tapi, makin banyak diingatkan, makin banyak membaca pengalaman orang-orang yang tertindas saat itu, gw mulai memikirkan dan membayangkan betapa menyeramkannya Jakarta pada saat itu.
Ya, saat tahun 1998, gw masih terhitung kecil dan ga tahu apa-apa. Yang gw ingat saat itu, keluarga gw cuma bisa diam di dalam rumah, takut dengan orang-orang di luar. Gw sedikit ingat waktu mama gw bilang kalau saat itu kami ga boleh keluar rumah.
Mungkin keluarga gw termasuk salah satu keluarga yang beruntung. Kami tinggal di salah satu tempat pemukiman padat penduduk, di dalam gang yang jauh dari keramaian. Puji Tuhan, keluarga kami ga kenapa-kenapa, hanya diselimuti rasa takut saja. Saat itu, gw ga pernah ada bayangan tentang apa yang terjadi di luar sana. Apa yang terjadi di jalan-jalan besar Jakarta dan apa yang terjadi dengan kaum Tionghua di luar sana. Umur 7 tahun masih terlalu muda bagi gw untuk memikirkan penderitaan yang dialami oleh orang lain dari kaum gw. Yang gw tau, gw ga boleh keluar rumah. Itu saja.
Setelah menginjak masa remaja, baru gw diceritakan dengan jelas tentang sejarah bangsa Indonesia yang kelam. Guru sejarah gw yang pribumi tapi tampang mirip Tionghua pun menceritakan dengan cukup detail, bagaimana ketakutan yang dihadapinya saat itu. Ya, yang pribumi saja takut, apalagi yang bukan. Itulah awalnya gw mengetahui seberapa besar dan kejamnya orang-orang pada masa itu..
Di tahun-tahun berikutnya, terutama saat facebook mulai terkenal, banyak teman yang share link-link yang menceritakan kejadian saat itu berdasarkan pengamatan atau pengalaman pribadi. Sungguh, jika gw ingin membayangkan korban-korban kerusuhan pada saat itu, gw ga pernah bisa membayangkan seberapa menderitanya korban-korban kerusuhan itu.
Melalui tulisan ini, gw ingin menyatakan rasa berduka gw kepada korban-korban kerusuhan tahun 1998. Semoga mereka yang menjadi korban dan tetap hidup sampai saat ini tetap dapat menjalani hidup yang penuh dengan makna, hidup yang berarti walau kekayaannya atau hak asasinya telah dirampas.
Ya, saat tahun 1998, gw masih terhitung kecil dan ga tahu apa-apa. Yang gw ingat saat itu, keluarga gw cuma bisa diam di dalam rumah, takut dengan orang-orang di luar. Gw sedikit ingat waktu mama gw bilang kalau saat itu kami ga boleh keluar rumah.
Mungkin keluarga gw termasuk salah satu keluarga yang beruntung. Kami tinggal di salah satu tempat pemukiman padat penduduk, di dalam gang yang jauh dari keramaian. Puji Tuhan, keluarga kami ga kenapa-kenapa, hanya diselimuti rasa takut saja. Saat itu, gw ga pernah ada bayangan tentang apa yang terjadi di luar sana. Apa yang terjadi di jalan-jalan besar Jakarta dan apa yang terjadi dengan kaum Tionghua di luar sana. Umur 7 tahun masih terlalu muda bagi gw untuk memikirkan penderitaan yang dialami oleh orang lain dari kaum gw. Yang gw tau, gw ga boleh keluar rumah. Itu saja.
Setelah menginjak masa remaja, baru gw diceritakan dengan jelas tentang sejarah bangsa Indonesia yang kelam. Guru sejarah gw yang pribumi tapi tampang mirip Tionghua pun menceritakan dengan cukup detail, bagaimana ketakutan yang dihadapinya saat itu. Ya, yang pribumi saja takut, apalagi yang bukan. Itulah awalnya gw mengetahui seberapa besar dan kejamnya orang-orang pada masa itu..
Di tahun-tahun berikutnya, terutama saat facebook mulai terkenal, banyak teman yang share link-link yang menceritakan kejadian saat itu berdasarkan pengamatan atau pengalaman pribadi. Sungguh, jika gw ingin membayangkan korban-korban kerusuhan pada saat itu, gw ga pernah bisa membayangkan seberapa menderitanya korban-korban kerusuhan itu.
Melalui tulisan ini, gw ingin menyatakan rasa berduka gw kepada korban-korban kerusuhan tahun 1998. Semoga mereka yang menjadi korban dan tetap hidup sampai saat ini tetap dapat menjalani hidup yang penuh dengan makna, hidup yang berarti walau kekayaannya atau hak asasinya telah dirampas.
Thursday, 6 March 2014
Sidang Skripsi
18 Maret adalah hari yang gw tunggu-tunggu, setidaknya sejak pengumpulan softcover skripsi tanggal 4 Februari 2012.
Ya... Proses pengerjaan skripsi gw cukup lama, sampai gw butuh waktu lebih sehingga meminta perpanjangan waktu (ektend) selama seminggu. Teman-teman gw sudah ada yang mulai sidang skripsi sejak tanggal 7 Februari. Sejak saat itu, gw terus berpikir, kapan gw akan sidang? Jadwal sidang belum keluar sama sekali..
Sampai akhirnya, pada tanggal 11 Maret, jadwal sidang gw keluar. Dan saat itulah semua perasaan bercampur jadi satu. Ada rasa takut, was-was, kaget, tapi juga ada rasa senang, karena penantian gw segera berakhir. :D Saat itu, gw langsung mencari tahu kira-kira siapa saja dosen yang available untuk menjadi dosen penguji gw. Dan ternyata cukup banyak dosen yang available, termasuk nama dosen yang gw takutkan untuk menjadi penyidang gw. Untunglah.. ada 1 nama dosen yang juga gw takutkan untuk menjadi penyidang ternyata tidak available karena ada jadwal mengajar.
Namun, ternyata, pada saat hari-H dosen yang gw pikir tidak mungkin hadir menjadi dosen penguji gw malah jadi dosen penguji gw. Salah satu anggota kelompok skripsi gw pun kaget luar biasa, tadinya ia sudah panik, tapi menjadi makin panik!! Waduhh... Tapi gw meminta dia untuk tetap bersikap biasa saja dan tenang..
Akhirnya setelah selesai briefing, kami adalah kelompok yang maju kedua, sehingga kami harus menunggu terlebih dahulu sampai kelompok pertama selesai.. Setelah tiba giliran kami, kami mulai presentasi. Ya, presentasi kan gitu-gitu aja yah? :D
Hal tak terduga selama presentasi kelompok kami : Di tengah presentasi, baterai laptop habis dan akhirnya hibernate. Untungnya, laptop yang dipinjam tersebut mereknya sama dengan laptop gw, jadi bisa pakai charger laptop gw.
Lalu, demo aplikasi yang tadinya pakai video ternyata tak jadi dipakai karena dosen penguji meminta untuk mendemokan aplikasi secara langsung dengan HP (karena skripsi gw ini adalah pembuatan aplikasi untuk android). Selama demo, ternyata ditemukan beberapa kekurangan dari aplikasi ini.
Lalu setelah kami bertiga selesai presentasi, tiba giliran anggota pertama untuk ditanyai , Stevanie Joey adalah orang pertama yang disidang. Gw dan Irene Sofieanita harus menunggu di luar. Setelah Stevanie selesai, dia buka pintu dan memanggil Irene untuk disidang, di saat itu juga, Stevanie berkata "Deddy, mati lu, back end kita dibantai"... Ya, gw melihat matanya merah dan berair, hal itu cukup membuat gw dan Irene takut... Tapi kemudian gw mulai bersikap biasa dan santai. :D hehehe..
Akhirnya tiba giliran gw, gw masuk dengan kondisi terbaik yang bisa gw berikan saat itu. Tapi salah satu penguji berkata "Kamu koq berantakan sekali yah?"
ahhh... kesan yang tidak menyenangkan. gw pun akhirnya menanggapi dengan senyum dan berkata bahwa gw udah berusaha untuk serapi mungkin. hehehe..
Btw, penguji sidang kami adalah Bu Jurike dan Pak Robby Saleh.. Berdasarkan pendapat dari pembicaraan dengan teman-teman gw, mereka adalah dosen yang cukup ditakuti sebagai penguji skripsi..
Gw sih ga menerima begitu saja.. hehehe... Karena gw memang belum mengenal mereka dengan baik. Siapa tahu kalau ternyata mereka adalah orang yang ramah dan pengertian. :D
Penguji pertama yang bertanya adalah pak Robby Saleh, beliau menanyakan banyak hal tentang pengembangan aplikasi, termasuk codingan..
Pertanyaan yang diberikan sih memang sesuai dengan apa yang gw kerjakan sih.. :D
Contoh-contoh pertanyaannya :
Berdasarkan pernyataan teman-temanmu, ini aplikasi kamu yang buat?
Coba lihat class diagram, class diagram itu apa sih?
Hmm.. di class ini, method ini buat apa? maksudnya apa?
coba tunjukin codingannya,, ada ga?
di situ ada tulisan void, maksudnya apa yah??
selain void, memang bisa return apa lagi sih?
coba tunjukin contohnya di codingan kamu, ada ga contohnya yang bukan void?
Ini kan kamu buat simulasi, ada perhitungannya dong? coba lihat dong formula yang digunakan ,
yahh. kurang lebih seperti itulah pertanyaan yang dilontarkan..
Hehehe..
akhirnya setelah selesai sidang, kami semua dipanggil masuk untuk pengumuman. dan dari hasil pengumuman , didapat hasil sidang kami semua mendapat grade B.
Puji Tuhaann.. ternyata perjuangan gw selama ini tidak sia-sia.. :D
Gw berterima kasih buat semua teman-teman gw yang udah support gw selama pembuatan skripsi, dan juga teman-teman gw yang udah dateng nonton sidang skripsi gw....
(KV, rio, rudy, winardi, octa, gunawan, ervia, erwin, dan entah siapa lagi yang gw lupakan. *maaf yah.. hehe)
note : post ini seharusnya masih ada lanjutannya, tapi berhubung lagi males, jadi kalian baca sampe sini dulu yah. Kapan-kapan gw lanjutin lagi ceritanya di sini. hehehe.. :D
Ya... Proses pengerjaan skripsi gw cukup lama, sampai gw butuh waktu lebih sehingga meminta perpanjangan waktu (ektend) selama seminggu. Teman-teman gw sudah ada yang mulai sidang skripsi sejak tanggal 7 Februari. Sejak saat itu, gw terus berpikir, kapan gw akan sidang? Jadwal sidang belum keluar sama sekali..
Sampai akhirnya, pada tanggal 11 Maret, jadwal sidang gw keluar. Dan saat itulah semua perasaan bercampur jadi satu. Ada rasa takut, was-was, kaget, tapi juga ada rasa senang, karena penantian gw segera berakhir. :D Saat itu, gw langsung mencari tahu kira-kira siapa saja dosen yang available untuk menjadi dosen penguji gw. Dan ternyata cukup banyak dosen yang available, termasuk nama dosen yang gw takutkan untuk menjadi penyidang gw. Untunglah.. ada 1 nama dosen yang juga gw takutkan untuk menjadi penyidang ternyata tidak available karena ada jadwal mengajar.
Namun, ternyata, pada saat hari-H dosen yang gw pikir tidak mungkin hadir menjadi dosen penguji gw malah jadi dosen penguji gw. Salah satu anggota kelompok skripsi gw pun kaget luar biasa, tadinya ia sudah panik, tapi menjadi makin panik!! Waduhh... Tapi gw meminta dia untuk tetap bersikap biasa saja dan tenang..
Akhirnya setelah selesai briefing, kami adalah kelompok yang maju kedua, sehingga kami harus menunggu terlebih dahulu sampai kelompok pertama selesai.. Setelah tiba giliran kami, kami mulai presentasi. Ya, presentasi kan gitu-gitu aja yah? :D
Hal tak terduga selama presentasi kelompok kami : Di tengah presentasi, baterai laptop habis dan akhirnya hibernate. Untungnya, laptop yang dipinjam tersebut mereknya sama dengan laptop gw, jadi bisa pakai charger laptop gw.
Lalu, demo aplikasi yang tadinya pakai video ternyata tak jadi dipakai karena dosen penguji meminta untuk mendemokan aplikasi secara langsung dengan HP (karena skripsi gw ini adalah pembuatan aplikasi untuk android). Selama demo, ternyata ditemukan beberapa kekurangan dari aplikasi ini.
Lalu setelah kami bertiga selesai presentasi, tiba giliran anggota pertama untuk ditanyai , Stevanie Joey adalah orang pertama yang disidang. Gw dan Irene Sofieanita harus menunggu di luar. Setelah Stevanie selesai, dia buka pintu dan memanggil Irene untuk disidang, di saat itu juga, Stevanie berkata "Deddy, mati lu, back end kita dibantai"... Ya, gw melihat matanya merah dan berair, hal itu cukup membuat gw dan Irene takut... Tapi kemudian gw mulai bersikap biasa dan santai. :D hehehe..
Akhirnya tiba giliran gw, gw masuk dengan kondisi terbaik yang bisa gw berikan saat itu. Tapi salah satu penguji berkata "Kamu koq berantakan sekali yah?"
ahhh... kesan yang tidak menyenangkan. gw pun akhirnya menanggapi dengan senyum dan berkata bahwa gw udah berusaha untuk serapi mungkin. hehehe..
Btw, penguji sidang kami adalah Bu Jurike dan Pak Robby Saleh.. Berdasarkan pendapat dari pembicaraan dengan teman-teman gw, mereka adalah dosen yang cukup ditakuti sebagai penguji skripsi..
Gw sih ga menerima begitu saja.. hehehe... Karena gw memang belum mengenal mereka dengan baik. Siapa tahu kalau ternyata mereka adalah orang yang ramah dan pengertian. :D
Penguji pertama yang bertanya adalah pak Robby Saleh, beliau menanyakan banyak hal tentang pengembangan aplikasi, termasuk codingan..
Pertanyaan yang diberikan sih memang sesuai dengan apa yang gw kerjakan sih.. :D
Contoh-contoh pertanyaannya :
Berdasarkan pernyataan teman-temanmu, ini aplikasi kamu yang buat?
Coba lihat class diagram, class diagram itu apa sih?
Hmm.. di class ini, method ini buat apa? maksudnya apa?
coba tunjukin codingannya,, ada ga?
di situ ada tulisan void, maksudnya apa yah??
selain void, memang bisa return apa lagi sih?
coba tunjukin contohnya di codingan kamu, ada ga contohnya yang bukan void?
Ini kan kamu buat simulasi, ada perhitungannya dong? coba lihat dong formula yang digunakan ,
yahh. kurang lebih seperti itulah pertanyaan yang dilontarkan..
Hehehe..
akhirnya setelah selesai sidang, kami semua dipanggil masuk untuk pengumuman. dan dari hasil pengumuman , didapat hasil sidang kami semua mendapat grade B.
Puji Tuhaann.. ternyata perjuangan gw selama ini tidak sia-sia.. :D
Gw berterima kasih buat semua teman-teman gw yang udah support gw selama pembuatan skripsi, dan juga teman-teman gw yang udah dateng nonton sidang skripsi gw....
(KV, rio, rudy, winardi, octa, gunawan, ervia, erwin, dan entah siapa lagi yang gw lupakan. *maaf yah.. hehe)
note : post ini seharusnya masih ada lanjutannya, tapi berhubung lagi males, jadi kalian baca sampe sini dulu yah. Kapan-kapan gw lanjutin lagi ceritanya di sini. hehehe.. :D
Kerja jadi IT untuk End User itu enak..
Kerja jadi IT yang melayani end user itu enak, bisa bersosialisasi sama user, apalagi kalau dalam satu kantor, karyawannya banyak..
Lebih enak lagi, kalau karyawannya masih muda-muda, lebih nyambung buat ngobrol, temen banyak.
Lebih enak lagi, kalau jumlah karyawatinya banyak..
Lebih enak lagi, kalau karyawatinya rata-rata masih muda dan baru lulus SMA atau yang kuliah sambil kerja.. :D
Lebih enak lagi, kalau setiap hari ada masalah, pasti ada aja yang telpon, biasanya sih kalau yang ga ngerti komputer yang sering nelpon.. Kalau gitu kan, berarti kebanyakan cewe cantik yg nelpon.. hahaha...
Abis dibantu, masalah beres, diucapin terima kasih, dapet senyum indah.. enak tohh.. hahaha..
Tapi ga semua yang dibaca di sini bisa terjadi, jadi jangan berkecil hati, jangan sedih juga kalau kerja IT untuk end user yang kurang menyenangkan.. Selalu ada sisi baiknya, tergantung kita mau lihat sisi baiknya atau ga. Dan tergantung kita juga, mampu melihat sisi baiknya atau ga.. :)
Lebih enak lagi, kalau karyawannya masih muda-muda, lebih nyambung buat ngobrol, temen banyak.
Lebih enak lagi, kalau jumlah karyawatinya banyak..
Lebih enak lagi, kalau karyawatinya rata-rata masih muda dan baru lulus SMA atau yang kuliah sambil kerja.. :D
Lebih enak lagi, kalau setiap hari ada masalah, pasti ada aja yang telpon, biasanya sih kalau yang ga ngerti komputer yang sering nelpon.. Kalau gitu kan, berarti kebanyakan cewe cantik yg nelpon.. hahaha...
Abis dibantu, masalah beres, diucapin terima kasih, dapet senyum indah.. enak tohh.. hahaha..
Tapi ga semua yang dibaca di sini bisa terjadi, jadi jangan berkecil hati, jangan sedih juga kalau kerja IT untuk end user yang kurang menyenangkan.. Selalu ada sisi baiknya, tergantung kita mau lihat sisi baiknya atau ga. Dan tergantung kita juga, mampu melihat sisi baiknya atau ga.. :)
Wednesday, 23 October 2013
First Job...
Sudah hampir 6 bulan gw bekerja sebagai programmer. Rasanya? great! hehe.. Gw seneng bisa jadi programmer. Sebuah profesi yang gw idamkan sejak awal gw kuliah. Gw ga pernah tau bagaimana gw akan bekerja. Gw ga pernah tau di mana gw akan kerja. Tapi gw selalu yakin Tuhan (Allah yang menciptakan langit dan bumi, Allah Sang Perencana) tentu saja telah merencanakan hidup gw ini dan akan selalu menuntun langkah hidup gw sehingga semuanya berjalan sesuai dengna rencana-Nya.
Awal Mei 2013, gw memulai bekerja sebagai programmer di sebuah perusahaan farmasi di Jakarta. Gw dapet kerjaan ini bukan dengan mencarinya di koran, ataupun di media online. Gw mendapatkannya dari salah seorang yang gw kenal bertahun tahun lalu, Grace. Well, actually gw ga pernah kenal grace sampai sangat dekat. Gw kenal sebatas kenal aja di gereja. Saat gw sudah lulus, tiba-tiba Grace yang udah lama ga pernah gw kontak, tiba-tiba menghubungi gw dan menawarkan pekerjaan di perusahaan tempat dia bekerja.
Singkat cerita, gw diinterview dan diterima di pertengahan bulan April. Sekitar tanggal 18 atau 19 April. Kalau ga salah saat itu hari Jumat (jadi tanggal 19) dan paginya gw mengajar Devi, salah seorang "murid" gw yang sedang mempersiapkan diri untuk ikut OSK TIK. Gw lagi di SMA 2 dan HP gw bunyi. Pak Yugi, telpon gw dan bertanya kapan bisa bertemu untuk interview. Hari itu juga, setelah selesai mengajar Devi, gw langsung ke kantor di daerah Pluit Selatan untuk interview dengan pakaian yang gw pakai saat itu. hehe..
Saat sampai, gw langsung ketemu calon supervisor gw, ko Ardhy, dan sekitar jam 1an, interview dimulai. Di ruangan itu, ada ci Melka, Pak Yugi, ko Ardhy, dan pak Indarmadi. Well, akhirnya gw langsung ditanya kapan bisa mulai? Gw pikir jangan dalam 1 minggu ke depan. Hahaha.. soalnya udah ada rencana yang akan gw lakukan di 1 minggu ke depan (kan gw ga tau klo gw bakal dapet telpon hari itu. hehe..). Jadi, akhirnya tanggal 1, tepat awal bulan gw pertama kali bekerja.
Masuk jam 8 pagi, gw langsung ketemu ko Ardhy (sebenernya awalnya gw bingung kenapa dia selalu ada di depan pintu. hahaha...) Setelah kira-kira semua karyawan dateng, gw kenalan dengan setiap orang di setiap lantai, Total kurang lebih ada 90 orang.. hehe..
Ternyata ruangan tempat gw bekerja ada di lantai paling atas. Lantai 5. Ga tinggi lah, gw udah 3 tahun lebih di binus naik turun tangga dan dibandingkan dengan tangga di kantor gw, rasanya beda jauh lah..Naik 5 lantai, cuma berasa 2 lantai doang. :P
Well, gw sedikit kaget karna di ruangan tempat gw kerja totalnya ada 4 cewe dan 2 cowo (termasuk gw)..
Ternyata 3 orang cewe adalah IT staff, lalu ada ci Melka, ko Ardhy, dan gw. Hehe.. Cukup seneng karna di sini semuanya masih berjiwa muda. haha.. Gw kirain bakal ada orang 1 ruangan yang gap umurnya jauh ama gw sehingga hanya akan ada topik pembicaraan yang sangat terbatas. Ternyata, 3 orang IT staff ini bisa dibilang seumuran sama gw. Hahaha..
Sebenernya gw kerja dengan masa percobaan 3 bulan, tapi gw ga merasakan kalau gw sedang dalam masa percobaan sih, jadi ga pernah ada rasa takut ga lolos atau gagal dalam masa percobaan ini. :D
Nyatanya, bener. Di akhir bulan ketiga, gw mendapat surat pengangkatan sebagai programmer dan karyawan tetap di perusahaan ini. Betapa senangnya gw saat itu! :)
Sekarang, gw udah hampir 6 bulan. Waktu yang cukup bagi gw untuk mengenal lebih banyak karyawan di sana. Hehe.. Sebenernya gw termasuk orang yang sulit berbaur, karena ga pernah tahu harus ngomong apa dan bagaimana membuat teman atau tampil menarik sehingga orang lain tanpa diminta jadi tertarik sama gw. Gw bukan orang seperti itu. hehe..
Sampai di bulan ke-6 ini, gw tetap merasa senang bisa bekerja seperti ini. hehe. Gw tetep ada kesempatan buat belajar materi bar ( jQuery, css, html5, PHP, banyak dehh..).
Bagaimana dengan rasa jenuh? Ada. Di setiap bulannya, ada sekitar 1-3 hari (tidak berturut-turut), gw merasakan jenuh yang amat sangat. Jenuh yang gw maksud adalah gw tidak bisa berpikir sama sekali dan rasanya gw tidak bisa melanjutkan apa yang gw kerjakan saat itu. Jadi, gw akui, dalam 1 bulan, kira-kira ada total 1-5 hari gw benar-benar tidak bekerja dengan efektif. Rasanya cuma ke kantor, nyalain komputer, numpang duduk, sedikit bercanda dengan teman se-ruangan. ngopi, browsing sesuatu yang menghibur , lalu pulang. Ya, gw akui. hehe.. Semoga aja ini ga sering-sering. :P
Rasa jenuh yang muncul, gw rasa seperti tanah di ladang. Akan rusak kalau ditanami tanaman yang sama selama bertahun tahun. Harus ada variasi, sehingga tanah bisa menjadi subur lagi. Gw ga pernah kepikiran kalau ilmu tanam ini berlaku pada gw juga. hehehe..
Lalu, adakah masalah lain? Ya, ada banyak masalah tak terduga. Gw pikir hidup gw udah berasa cukup sempurna dengan pekerjaan ini (ga ada ujian tengah semester, ga ada pembayaran uang kuliah lagi, ga ada tugas-tugas, presentasi, atau proyek apapun dari guru). Ternyata, ada saja masalah yang ga pernah gw harapkan untuk datang menghampiri gw di tengah kesibukan gw saat ini. Contohnya, ternyata gw mengalami konflik batin yang cukup besar di pertengahan masa percobaan gw. Saat itu, gw benar-benar ga bisa memikirkan apa-apa tentang kelanjutan pekerjaan gw. Gw terganggu dengan mantan pacar gw yang udah sekitar 5 tahun lost contact dan magically, ia datang dan mengusik kenyamanan hidup gw. Memang ada masalah yang belum terselesaikan. Untungnya, masalah kami bisa dibilang selesai, hehe.. Dan semoga lagi ga ada masalah macam gini yang mengganggu. hehe...
Ya, gw tau, masalah juga adalah salah satu faktor agar kita ga bosen hidup. Kalau hidup kita berjalan sesuai dengan rencana kita, bukankah hal itu akan jadi sangat membosankan? Semua hal berjalan sesuai dengan yang kita perkirakan? Well, gw berani bertaruh kalau siapapun akan bosan hidup kalau ga pernah ada masalah di dalam hidupnya.
Hmm... cukup sampai sini dulu deh catatan hidup gw. Hehe.. Semoga akan ada banyak hal menarik untuk diceritakan di artikel berikutnya.. :)
Tuhan memberkati.
Awal Mei 2013, gw memulai bekerja sebagai programmer di sebuah perusahaan farmasi di Jakarta. Gw dapet kerjaan ini bukan dengan mencarinya di koran, ataupun di media online. Gw mendapatkannya dari salah seorang yang gw kenal bertahun tahun lalu, Grace. Well, actually gw ga pernah kenal grace sampai sangat dekat. Gw kenal sebatas kenal aja di gereja. Saat gw sudah lulus, tiba-tiba Grace yang udah lama ga pernah gw kontak, tiba-tiba menghubungi gw dan menawarkan pekerjaan di perusahaan tempat dia bekerja.
Singkat cerita, gw diinterview dan diterima di pertengahan bulan April. Sekitar tanggal 18 atau 19 April. Kalau ga salah saat itu hari Jumat (jadi tanggal 19) dan paginya gw mengajar Devi, salah seorang "murid" gw yang sedang mempersiapkan diri untuk ikut OSK TIK. Gw lagi di SMA 2 dan HP gw bunyi. Pak Yugi, telpon gw dan bertanya kapan bisa bertemu untuk interview. Hari itu juga, setelah selesai mengajar Devi, gw langsung ke kantor di daerah Pluit Selatan untuk interview dengan pakaian yang gw pakai saat itu. hehe..
Saat sampai, gw langsung ketemu calon supervisor gw, ko Ardhy, dan sekitar jam 1an, interview dimulai. Di ruangan itu, ada ci Melka, Pak Yugi, ko Ardhy, dan pak Indarmadi. Well, akhirnya gw langsung ditanya kapan bisa mulai? Gw pikir jangan dalam 1 minggu ke depan. Hahaha.. soalnya udah ada rencana yang akan gw lakukan di 1 minggu ke depan (kan gw ga tau klo gw bakal dapet telpon hari itu. hehe..). Jadi, akhirnya tanggal 1, tepat awal bulan gw pertama kali bekerja.
Masuk jam 8 pagi, gw langsung ketemu ko Ardhy (sebenernya awalnya gw bingung kenapa dia selalu ada di depan pintu. hahaha...) Setelah kira-kira semua karyawan dateng, gw kenalan dengan setiap orang di setiap lantai, Total kurang lebih ada 90 orang.. hehe..
Ternyata ruangan tempat gw bekerja ada di lantai paling atas. Lantai 5. Ga tinggi lah, gw udah 3 tahun lebih di binus naik turun tangga dan dibandingkan dengan tangga di kantor gw, rasanya beda jauh lah..Naik 5 lantai, cuma berasa 2 lantai doang. :P
Well, gw sedikit kaget karna di ruangan tempat gw kerja totalnya ada 4 cewe dan 2 cowo (termasuk gw)..
Ternyata 3 orang cewe adalah IT staff, lalu ada ci Melka, ko Ardhy, dan gw. Hehe.. Cukup seneng karna di sini semuanya masih berjiwa muda. haha.. Gw kirain bakal ada orang 1 ruangan yang gap umurnya jauh ama gw sehingga hanya akan ada topik pembicaraan yang sangat terbatas. Ternyata, 3 orang IT staff ini bisa dibilang seumuran sama gw. Hahaha..
Sebenernya gw kerja dengan masa percobaan 3 bulan, tapi gw ga merasakan kalau gw sedang dalam masa percobaan sih, jadi ga pernah ada rasa takut ga lolos atau gagal dalam masa percobaan ini. :D
Nyatanya, bener. Di akhir bulan ketiga, gw mendapat surat pengangkatan sebagai programmer dan karyawan tetap di perusahaan ini. Betapa senangnya gw saat itu! :)
Sekarang, gw udah hampir 6 bulan. Waktu yang cukup bagi gw untuk mengenal lebih banyak karyawan di sana. Hehe.. Sebenernya gw termasuk orang yang sulit berbaur, karena ga pernah tahu harus ngomong apa dan bagaimana membuat teman atau tampil menarik sehingga orang lain tanpa diminta jadi tertarik sama gw. Gw bukan orang seperti itu. hehe..
Sampai di bulan ke-6 ini, gw tetap merasa senang bisa bekerja seperti ini. hehe. Gw tetep ada kesempatan buat belajar materi bar ( jQuery, css, html5, PHP, banyak dehh..).
Bagaimana dengan rasa jenuh? Ada. Di setiap bulannya, ada sekitar 1-3 hari (tidak berturut-turut), gw merasakan jenuh yang amat sangat. Jenuh yang gw maksud adalah gw tidak bisa berpikir sama sekali dan rasanya gw tidak bisa melanjutkan apa yang gw kerjakan saat itu. Jadi, gw akui, dalam 1 bulan, kira-kira ada total 1-5 hari gw benar-benar tidak bekerja dengan efektif. Rasanya cuma ke kantor, nyalain komputer, numpang duduk, sedikit bercanda dengan teman se-ruangan. ngopi, browsing sesuatu yang menghibur , lalu pulang. Ya, gw akui. hehe.. Semoga aja ini ga sering-sering. :P
Rasa jenuh yang muncul, gw rasa seperti tanah di ladang. Akan rusak kalau ditanami tanaman yang sama selama bertahun tahun. Harus ada variasi, sehingga tanah bisa menjadi subur lagi. Gw ga pernah kepikiran kalau ilmu tanam ini berlaku pada gw juga. hehehe..
Lalu, adakah masalah lain? Ya, ada banyak masalah tak terduga. Gw pikir hidup gw udah berasa cukup sempurna dengan pekerjaan ini (ga ada ujian tengah semester, ga ada pembayaran uang kuliah lagi, ga ada tugas-tugas, presentasi, atau proyek apapun dari guru). Ternyata, ada saja masalah yang ga pernah gw harapkan untuk datang menghampiri gw di tengah kesibukan gw saat ini. Contohnya, ternyata gw mengalami konflik batin yang cukup besar di pertengahan masa percobaan gw. Saat itu, gw benar-benar ga bisa memikirkan apa-apa tentang kelanjutan pekerjaan gw. Gw terganggu dengan mantan pacar gw yang udah sekitar 5 tahun lost contact dan magically, ia datang dan mengusik kenyamanan hidup gw. Memang ada masalah yang belum terselesaikan. Untungnya, masalah kami bisa dibilang selesai, hehe.. Dan semoga lagi ga ada masalah macam gini yang mengganggu. hehe...
Ya, gw tau, masalah juga adalah salah satu faktor agar kita ga bosen hidup. Kalau hidup kita berjalan sesuai dengan rencana kita, bukankah hal itu akan jadi sangat membosankan? Semua hal berjalan sesuai dengan yang kita perkirakan? Well, gw berani bertaruh kalau siapapun akan bosan hidup kalau ga pernah ada masalah di dalam hidupnya.
Hmm... cukup sampai sini dulu deh catatan hidup gw. Hehe.. Semoga akan ada banyak hal menarik untuk diceritakan di artikel berikutnya.. :)
Tuhan memberkati.
Sunday, 6 October 2013
When Cyber World Connected to the Real World
Sabtu, 5 Oktober 2013.
Hari yang kurang terencana buat sebuah hari Sabtu. Awalnya gw berencana untuk belajar coding bareng Vero via YM dan Facebook jam 7 malam. Rencana ini sebenarnya udah dibuat 1 minggu sebelumnya.
Tapi, sayang sekali ada hal yang benar-benar di luar dugaan.. Hari H-1 ,yaitu hari Jumat malam, ada seorang yang cukup penting bagi gw yang membuat gw terpaksa membatalkan janji yg telah dibuat 1 minggu sebelumnya.. Seorang yang ga pernah gw temui dan udah gw kenal selama errr... 6 tahun. Tapi gw lost contact dengannya dalam beberapa tahun terakhir. Orang ini gw anggap sebagai adik gw.. karena memang ia seperti adik gw. :D hehehe..
Karna kebetulan dia sudah ada di Jakarta, jadi gw pikir kalau gw mungkin akan menyesal kalau gw melewatkan kesempatan ini. Jadi, hari Sabtu pagi menjelang siang, gw pergi berangkat untuk bertemu dengannya. Waktu ketemu, kami banyak ngobrol, dan jam 4 sore kami mengantri tiket untuk masuk ke rumah hantu yang isinya ga seperti nonton film horor, tapi lebih seperti masuk ke rumah sakit yang berhantu.. dan hantunya adalah orang-orang real yang hebat dalam bermain drama. .hehe..
Sebenernya yang bikin cukup berkesan adalah antriannya. Kami mulai ngantri sejak pukul 15.40 sebelum loket dibuka, dan itupun antrian sudah panjang dan sesak banget.
Jadi entah kami selesai ngantri jam berapa, mungkin sekitar jam 16.30 atau 16.45 baru selesai ngantri beli tiket. Setelah dapet tiket, kami masih harus ngantri lagi buat masuk ke dalam rumah hantunya. Ngantrinya ini bener bener parah bangetttt.. Karena sebagian besar yang ngantri yah bukan orang dewasa yang cukup tau sopan santun, tapi sebagian besar adalah anak-anak yang suka dorong-dorongan, mungkin kaya orang antri sembako kali.. haduhh.. itu parah banget..
Tapi sepertinya penantian yang panjang dan capek itu terbayar setelah masuk ke dalam rumah hantu. hahaha.. Make up, settin ruangan, semuanya terlihat sangat real, cuma sayangnya gw bukan orang yang takut atau kaget dengan hal gituan. haha..gw cuma bisa ketawa-ketawa doang ngeliat beberapa orang lain yang menjerit ketakutan..
Selain ke rumah hantu, sebelumnya kami makan di Ajisen Ramen, jalan-jalan sambil ngobrol, dan makan burger setelah keluar dari rumah hantu.. hehe..
eh, tau-tau udah jam 6.30 aja.. padahal kalau sesuai rencana, harusnya jam 7 gw udah online di rumah. Sedangkan perjalanan naik transJakarta dan angkot pulang ke rumah bisa makan 1 jam lebih. hehehe..
Akhirnya gw sms Vero kalau gw terpaksa membatalkan janji hari ini dan akhirnya di undur di kesempatan lain. hehee.. Untungnyaaa.. Vero juga ternyata ketemu temen lama, jadi hehee... ga ada yang merasa dirugikan..
Well, Sabtu ini cukup berkesan, semoga suatu saat nanti bisa ketemu dengan adik angkat gw ini.. hehehe.. :D
Hari yang kurang terencana buat sebuah hari Sabtu. Awalnya gw berencana untuk belajar coding bareng Vero via YM dan Facebook jam 7 malam. Rencana ini sebenarnya udah dibuat 1 minggu sebelumnya.
Tapi, sayang sekali ada hal yang benar-benar di luar dugaan.. Hari H-1 ,yaitu hari Jumat malam, ada seorang yang cukup penting bagi gw yang membuat gw terpaksa membatalkan janji yg telah dibuat 1 minggu sebelumnya.. Seorang yang ga pernah gw temui dan udah gw kenal selama errr... 6 tahun. Tapi gw lost contact dengannya dalam beberapa tahun terakhir. Orang ini gw anggap sebagai adik gw.. karena memang ia seperti adik gw. :D hehehe..
Karna kebetulan dia sudah ada di Jakarta, jadi gw pikir kalau gw mungkin akan menyesal kalau gw melewatkan kesempatan ini. Jadi, hari Sabtu pagi menjelang siang, gw pergi berangkat untuk bertemu dengannya. Waktu ketemu, kami banyak ngobrol, dan jam 4 sore kami mengantri tiket untuk masuk ke rumah hantu yang isinya ga seperti nonton film horor, tapi lebih seperti masuk ke rumah sakit yang berhantu.. dan hantunya adalah orang-orang real yang hebat dalam bermain drama. .hehe..
Sebenernya yang bikin cukup berkesan adalah antriannya. Kami mulai ngantri sejak pukul 15.40 sebelum loket dibuka, dan itupun antrian sudah panjang dan sesak banget.
Jadi entah kami selesai ngantri jam berapa, mungkin sekitar jam 16.30 atau 16.45 baru selesai ngantri beli tiket. Setelah dapet tiket, kami masih harus ngantri lagi buat masuk ke dalam rumah hantunya. Ngantrinya ini bener bener parah bangetttt.. Karena sebagian besar yang ngantri yah bukan orang dewasa yang cukup tau sopan santun, tapi sebagian besar adalah anak-anak yang suka dorong-dorongan, mungkin kaya orang antri sembako kali.. haduhh.. itu parah banget..
Tapi sepertinya penantian yang panjang dan capek itu terbayar setelah masuk ke dalam rumah hantu. hahaha.. Make up, settin ruangan, semuanya terlihat sangat real, cuma sayangnya gw bukan orang yang takut atau kaget dengan hal gituan. haha..gw cuma bisa ketawa-ketawa doang ngeliat beberapa orang lain yang menjerit ketakutan..
Selain ke rumah hantu, sebelumnya kami makan di Ajisen Ramen, jalan-jalan sambil ngobrol, dan makan burger setelah keluar dari rumah hantu.. hehe..
eh, tau-tau udah jam 6.30 aja.. padahal kalau sesuai rencana, harusnya jam 7 gw udah online di rumah. Sedangkan perjalanan naik transJakarta dan angkot pulang ke rumah bisa makan 1 jam lebih. hehehe..
Akhirnya gw sms Vero kalau gw terpaksa membatalkan janji hari ini dan akhirnya di undur di kesempatan lain. hehee.. Untungnyaaa.. Vero juga ternyata ketemu temen lama, jadi hehee... ga ada yang merasa dirugikan..
Well, Sabtu ini cukup berkesan, semoga suatu saat nanti bisa ketemu dengan adik angkat gw ini.. hehehe.. :D
Saturday, 31 August 2013
September 1st
tepat pukul 00:00 am, sesuai dengan jam di laptop (tersinkronisasi dengan jam dunia dari pool.ntp.org).. hehehe..
Hal yang pertama gw lakukan, tutup mata, doa, dengan keadaan seadanya.. Laptop masih nyala, musik masih bermain pelan dengan Winamp. Pintu kamar masih terbuka lebar, nyamuk masih beterbangan di sekitar kamar gw yang sempit dan berantakan ini.
Gw bersyukur, di dalam doa 5 menit gw, gw bisa berterima kasih sama Tuhan buat umur gw yang ke-23 ini. Ga nyangka, gw bisa sampe ke angka 23.. Angka favorit gw.. hehehe.. Sebenernya ga ada yang spesial dengan angka ini. cuma, accidentally gw menganggapnya spesial. Semoga aja tahun ini bisa jadi tahun yang berarti dan berkenan buat Tuhan.
31 Agustus 2013, gw menghadiri 1 acara bernama "Christian Youth Indonesia Festival". Event ini kembali mengobarkan semangat pelayanan gw sebagai orang Kristen. Ada beberapa narasumber yang memang sungguh inspiratif, dari berbagai bidang.. macem-macem deh.. Dalam hati gw, gw bertanya-tanya apa bidang gw? apa pelayanan yang bisa gw berikan buat orang-orang di sekitar gw. Dan gw bersyukur, Tuhan membuka jalan lewat orang-orang di sana, ada Ko William Gunawan dan Angga yang membantu gw dalam mencari jawaban. :)
Mungkin , 31 Agustus 2013 inilah yang jadi turning point dari hidup gw yang biasa-biasa aja.. Ya, gw pengen punya hidup yang luar biasa. Luar biasa dalam hal yang positif.. Tolong saya Tuhan, untuk terus mengingat komitmen saya di saat ini. Menjadi garam yang menggarami, dan menjadi terang yang menerangi di tempat kerja, di rumah, di masyarakat, dan juga di gereja. Amin..
Hal yang pertama gw lakukan, tutup mata, doa, dengan keadaan seadanya.. Laptop masih nyala, musik masih bermain pelan dengan Winamp. Pintu kamar masih terbuka lebar, nyamuk masih beterbangan di sekitar kamar gw yang sempit dan berantakan ini.
Gw bersyukur, di dalam doa 5 menit gw, gw bisa berterima kasih sama Tuhan buat umur gw yang ke-23 ini. Ga nyangka, gw bisa sampe ke angka 23.. Angka favorit gw.. hehehe.. Sebenernya ga ada yang spesial dengan angka ini. cuma, accidentally gw menganggapnya spesial. Semoga aja tahun ini bisa jadi tahun yang berarti dan berkenan buat Tuhan.
31 Agustus 2013, gw menghadiri 1 acara bernama "Christian Youth Indonesia Festival". Event ini kembali mengobarkan semangat pelayanan gw sebagai orang Kristen. Ada beberapa narasumber yang memang sungguh inspiratif, dari berbagai bidang.. macem-macem deh.. Dalam hati gw, gw bertanya-tanya apa bidang gw? apa pelayanan yang bisa gw berikan buat orang-orang di sekitar gw. Dan gw bersyukur, Tuhan membuka jalan lewat orang-orang di sana, ada Ko William Gunawan dan Angga yang membantu gw dalam mencari jawaban. :)
Mungkin , 31 Agustus 2013 inilah yang jadi turning point dari hidup gw yang biasa-biasa aja.. Ya, gw pengen punya hidup yang luar biasa. Luar biasa dalam hal yang positif.. Tolong saya Tuhan, untuk terus mengingat komitmen saya di saat ini. Menjadi garam yang menggarami, dan menjadi terang yang menerangi di tempat kerja, di rumah, di masyarakat, dan juga di gereja. Amin..
Wednesday, 14 August 2013
Berpikir Kritis
Penting ga yah untuk berpikir kritis? hmm.. Gw sih ga pernah diajarin untuk berpikir kritis sejak kecil.
iyaa.. ga pernah.. sejak kecil gw cuma ngikutin aturan aja. kalau ada aturan yang ga gw ikutin, pasti dihukum. Entah dengan sabetan ban pinggang, sapu lidi, cusambi (cubit sampe biru), atau berdiri dengan 1 kaki selama 1 jam (berasa 3 jam) sambil jewer kuping sendiri...
Sampai..saat gw berumur 16 tahun, gw diingatkan guru Fisika gw, pak Didik M. buat berpikir kritis di awal masa SMA gw. Pak Didik menceritakan tentang anak kecil, yang biasanya menggambar gajah dengan menggunakan crayon warna abu. Memangnya kalau bukan warna abu, misalnya merah, atau kuning.. salah gitu? ya memang salah sihh.. Warna kulit gajah memang paling tepat adalah abu-abu. Tapi pola pikir anak-anak yang kritis ini ga salah. Justru lebih baik kalau seorang anak bisa berpikir kritis seperti ini. Jauh lebih baik daripada anak yang cuma mengikuti apa yang ada. Mengalir mengikuti arus. Ketika guru mengajarkan untuk menggambar gajah dengan warna abu, si anak nurut aja, dan ga pernah berpikir sama sekali, kenapa warna kulit gajah adalah abu?
Ya, menurut gw juga begitu. Seseorang harus kritis, berpikir kritis berguna untuk membantu kita menyadari kondisi kita, dan tahu persis apa yang kita lakukan saat ini. Jadi, ketika berbuat sesuatu, orang tersebut tahu hal yang diperbuat itu benar atau ga.
Oke, siapa yang ga pernah menggambar 2 buah gunung, dengan matahari di tengah, dan panorama hamparan sawah, dan sebuah rumah? Padahal guru kita sudah memerintahkan untuk MENGGAMBAR BEBAS.
Gw sebenernya agak menyesal, karna dulu gw juga gitu.. hehehe.. Seandainya, waktu kelas 1 SD, saat disuruh menggambar bebas, gw menggambar sketsa monalisa, atau menggambar seorang kakek yang sedang memancing bersama cucunya.. Mungkin sekarang gw dah jadi pelukis handal kali yah.. hehehe.. :P
Bukankah lebih baik kalau kita ga hidup mengikuti arus? Bukankah sangatlah baik jika kita bisa berpikir kritis?
Oke, siapa yang pernah bermain Super Mario Bros ? Salah satu permainan terkenal di konsol Nintendo ? Gw, selama bermain sih cuma untuk have fun aja.. Paling kalau adik gw main trus mati kena bebek, gw ketawain.. hahahaha..
Siapa yang pernah ngikutin alur ceritanya Mario Bros? Seorang tukang servis pipa, yang lari-lari, kluar masuk pipa, lawan boss (Cooper) demi mencari seorang putri (mimpi kali yah tukang ledeng mau nikah sama putri?), udah capek-capek sampe habisin nyawa, malah ketemu jamur doang dan jamurnya bilang "Tuan putri ga ada di sini, coba cari di kastil lain". Dah itu, herannya, kenapa di setiap kastil yang dikunjungi si mario selalu ada si Cooper yah? padahal tuan putri ga ada di sana..
Hehehe.. Seru juga yah kalau bisa berpikir kritis? :) Sekarang, gw mau nanya nih, apakah lu adalah orang yang kritis? oh iyaa.. gw kritis, tapi cuma untuk hal hal yang menarik perhatian gw aja.. kalau untuk hal-hal yang ga menarik, gw ga mau ambil pusing untuk berpikir kritis. khusus buat hal-hal yang ga menarik perhatian gw, gw mah ngikutin arus aja.. kaya sekolah nih, gw mah ga peduli buat apaan harus ada aturan pakai seragam rapi dan sepatu ga boleh warna hitam. Gw cuma taunya kalau gw dilarang pake sepatu warna lain dan baju ga boleh dikeluarin. Karna gw ga pernah peduli, makanya seringkali gw langgar tuh aturan.. Gw keluarin baju saat ga ada guru yg liatin, gw juga kadang pakai sepatu yang ada garis putihnya kalau sepatu hitam gw basah. makanya, gw sering jadi pelanggar aturan. Gw ga pernah mikirin sih.. jadi, gimana gw bisa peduli apa gunanya?
Oh iya, gw juga ga suka politik. gw ga mau pusing-pusing tuh soal politik. Orang yang main politik sebagian besar bejat, makany gw ga peduli dengan politik yang dilakukan oleh pejabat-pejabat negara gw..
Saudara.. pemikiran yang gw gambarkan barusan, bukanlah pemikiran orang yang kritis. Jangan ditiru yahh.. hehe.. Padahal semua (baca: sebagian besar) yang diajarkan oleh guru kita ada gunanya.. di dalam sebuah aturan sekolah, kita sebagai murid diajarin untuk hidup rapi, bukan cuma biar kita seneng, tapi juga menyenangkan orang lain. Koq bisa menyenangkan orang lain? iyalah, orang manapun pasti lebih suka liat orang lain berpakaian rapi. Coba tanya pada diri sendiri deh, lu lebih suka ngeliat boss/CEO berpakaian rapi atau ga rapi? Pasti kalau u ngeliat bos pakaiannya kluar, dasinya berantakan, jadi ilfil kan? atau mungkin u berpikir kalau itu orang bisa jadi boss pasti korupsi?
Politik? penting yah? hehe.. iya penting bro,sist... sekarang ada nih orang teladan yang bisa dijadikan contoh orang yang berpikir kritis, dan peduli ama politik. Pak Jokowi dan pak Basuki (Ahok). Mereka gajinya mah gw yakin kalah sama bos-bos atau CEO perusahaan lokal, tapi mereka mau pusing-pusing benahin Jakarta.. Demi siapa? Demi orang-orang Jakarta juga. Bukan buat mereka sendiri.. Bagus ga? bagus.. kita sebagai rakyat juga seneng kalau punya pemimpin kaya mereka.. :)
Oke, ke topik yang lebih menarik yah.. hehehe.. Berpikir kritis soal cinta.. #eaaa...
Siapa yang pernah merasakan ga enaknya hidup jomblo? Pacar ga dapet-dapet? dan pengen banget dapet pacar yang romantis.. tunjuk tangan!! hayoo ngaku!! :D
GW yakin lah lu lu pada pernah merasakan hal itu. Nahh, apa yang perlu dikritisi yah? ada ga? ada ga? hehee.. Sebelum baca kalimat gw berikutnya, coba kalian kritisi deh soal kondisi tersebut.. Ayoo.. mikirr.. mikirr.. adakah yang salah dengan kondisi di saat kita sedang galau karna belum ada pacar? atau.. ada kondisi di saat kita udah deket sama seseorang, tapi orang itu ga menunjukkan respon positif kalau dia juga suka sama kita, bahkan menggantungkan perasaan kita? gimana pendapat kalian? :D apakah lu cuma berpikir kalau lu cuma bisa selalu berusaha dan berdoa, lalu berserah? atau cari yang lain? hahaha..
---Kalau kalian udah kepikiran, boleh dong di share di komentar.. hehehe
nah, ini pemikiran gw :
Masing-masing orang punya kehidupan. Sehingga, masing-masing orang bisa menentukan hidupnya sendiri apakah mau bahagia atau tidak. Kita sebagai seorang manusia (Seorang yah, bukan sepasang) bisa mengelola hidup kita sedemikian rupa sehingga hidup kita menjadi bahagia, termasuk ketika tidak ada pasangan seumur hidup.
Pasangan seharusnya menjadi penambah kebahagiaan. bukan penambah kesulitan. apalagi penambah kegalauan.. :D
kalau sebagian besar waktu di dalam hidup kita kita gunakan untuk menggalaukan orang yang kita harapkan menjadi kekasih kita (anggap aja ga dapet-dapet nih yah), maka kapan kita bahagia? Bukankah lebih baik jikalau kita menghidupi kehidupan kita sebagai seorang jomblo yang bahagia, dan kalau sudah waktunya, kita akan menjadi lebih berbahagia karna bertemu dengan orang yang klop dengan kita? :) yahh, kalau ga ketemu yah tetep bahagia, karna kita sedang menjalani kehidupan kita yang bahagia.. :)
yahh. bahagia yang gw maksud adalah tetap merasa bersyukur dan ga banyak beban lah.. Gw yakin tiap orang pasti punya masalah.. Tapi yang bahagia yang gw maksud adalah kita tidak menambah masalah kita dengan menghabiskan waktu pacaran kita yang putus sambung atau sia-sia dan menyesali waktu kita yang terbuang sia-sia karna orang yang sebenarnya ga pernah mencintai kita atau ga tulus mencintai kita.
Lagipula, bukankah seharusnya sepasang kekasih seharusnya mengusahakan cinta mereka bersama-sama? Kalau cuma 1 orang doang yang mengusahakan cintanya, buat apa?
contoh kasus nih (gw ambil contoh seorang cowo, karna gw cowo, jadi lebih gampang buat contohnya. hehe).
Seorang cowo, jatuh cinta sama seorang temen cewe yang cakep dan menarik. Sayangnya si cowo penampilannya kurang menarik. Ga jelek, ga ganteng.. trus, kluarganya bukan kluarga kaya, jadi si cowo ga bisa tuh sering-sering ngajak si cewe jalan, atau bayarin nonton dan makan. intinya, sebesar apapun usaha si cowo dalam mendapatkan hati cewe cakep ini, masih kalah lah usahanya sama cowo lain yang ga kalah ganteng sama dia dan lebih kaya.. Jadi, kemungkinan besar, si cewe cakep ini lebih banyak habisin waktu sama cowo yg lebih kaya lahh.. soalnya si cowo kaya ini udah ga pusingin kehidupan keluarganya lagi, si cowo kaya, karna udah cukup kaya, ga terlalu pusingin nanti bisa kerja apa yang bisa dapet banyak duit, soalnya bokap atau nyokabnya udah ada kerjaan yang menjanjikan penghasilan gede. Beda dengan si cowo pas-pasan ini (yang mencintai si cewe cakep dengan luar biasa). Si cowo pas-pasan ini masih harus pusingin kuliahnya, belajar bener-bener serius biar tar pas kerja ga kaya S.Bln alias Sarjana bloon.. biar tar klo dah kerja, bisa cepet dapat promosi karna kerjaannya baik. Biar klo dah kerja, bisa punya tabungan buat biayain adik kuliah, buat beli rumah, soalnya selama bertahun-tahun, tinggalnya di rumah kontrakan mlulu.. trus, dah tau si cewe lebih tertarik sama si cowo kaya, si cowo pas-pasan ini masih tetep aja berusaha mendapatkan hati si cewe, padahal udah jelas-jelas si cewe cakep ini lebih tertarik sama si cowo kaya, malah si cewe cakep ga memberikan respon apa-apa terhadap usaha si cowo pas-pasan..
nahh, gimana perasaan kalian kalau kalian jadi si cowo pas-pasan ini? :D Galau kan? hahah.. sedih kan?
Sbenernya menurut gw, kalau si cowo pas-pasan ini adalah orang yang kritis, cowo ini ga perlu galau nan sedih lohh..
Mengapa? Begini pemikiran gw..
yang namanya CINTA, itu seharusnya diusahakan oleh kedua pihak. bukan satu pihak. setuju ga? bingung? oke, gw perjelas.
Misalnya, ada 1 pasangan (yang pastinya udah pacaran) sedang berantem ,gara-gara masalah sepele, ada orang salah sms, pakai kata "sayang, honey" ke HP nya si cowo. si cewe kbetulan baca dan marah.
kalau cuma ada SATU orang saja yang MENGUSAHAKAN cinta,(anggaplah si cowo, yg jadi victim dalam kasus ini), si cowo udah jelasin baik-baik ke cewenya, tapi si cewe (yang BUKAN pengusaha cinta) ga mau peduli dan akhirnya berantem, kemungkinan pasangan ini akan segera putus. setuju yah?
beda kasusnya kalau kedua orang ini sama-sama menjadi PENGUSAHA cinta. si cowo jelasin baik baik, si cewe juga walaupun kesel dan marah, tapi mau dengerin si cowo dan lebih percaya sama si cowo (yang lebih dia kenal) daripada si pengirim SMS yang ga dikenal, kemungkinan kasus ini ga akan pernah jadi masalah.
jadi, setuju yah kalau cinta itu harus diusahakan oleh kedua belah pihak? hehehehe..
kalau lu ga setuju yah udah lah, ngapain lanjut baca blog gw lagi? :P
Oke, kita kembali ke kasus si cowo pas-pasan. Dalam kasus ini, CINTA tidak diusahakan oleh kedua belah pihak, cuma si cowo pas-pasan yang jadi PENGUSAHA cinta, sedangkan si cewe cakep ga mengusahakannya.
Kalau si cowo pas-pasan berpikir kritis dan tahu betul bahwa cinta itu seharusnya diusahakan oleh kedua belah pihak, maka seharusnya si cowo tahu, kalau si cewe cakep ini bukanlah orang yang cocok untuk dia. dan si cowo pas-pasan ga perlu menjadikannya sebagai beban pikiran atau penyebab kegalauan. Dengan begitu, si cowo bisa fokus pada tugas utamanya sebagai pelajar, dan ketika belajar, yah sambil cari-cari cewe yang mau mengusahakan cintanya bersama si cowo. Bukan mencari cinta sambil belajar. hehehehe..
oke, ada yang mau protes ? ada yang beda pendapat? atau ada pemikiran kritis untuk topik lainnya, silahkan share di comment. :) Kalau mau komentar, tolong jangan pakai kata-kata yang kasar yah.. :)
iyaa.. ga pernah.. sejak kecil gw cuma ngikutin aturan aja. kalau ada aturan yang ga gw ikutin, pasti dihukum. Entah dengan sabetan ban pinggang, sapu lidi, cusambi (cubit sampe biru), atau berdiri dengan 1 kaki selama 1 jam (berasa 3 jam) sambil jewer kuping sendiri...
Sampai..saat gw berumur 16 tahun, gw diingatkan guru Fisika gw, pak Didik M. buat berpikir kritis di awal masa SMA gw. Pak Didik menceritakan tentang anak kecil, yang biasanya menggambar gajah dengan menggunakan crayon warna abu. Memangnya kalau bukan warna abu, misalnya merah, atau kuning.. salah gitu? ya memang salah sihh.. Warna kulit gajah memang paling tepat adalah abu-abu. Tapi pola pikir anak-anak yang kritis ini ga salah. Justru lebih baik kalau seorang anak bisa berpikir kritis seperti ini. Jauh lebih baik daripada anak yang cuma mengikuti apa yang ada. Mengalir mengikuti arus. Ketika guru mengajarkan untuk menggambar gajah dengan warna abu, si anak nurut aja, dan ga pernah berpikir sama sekali, kenapa warna kulit gajah adalah abu?
Ya, menurut gw juga begitu. Seseorang harus kritis, berpikir kritis berguna untuk membantu kita menyadari kondisi kita, dan tahu persis apa yang kita lakukan saat ini. Jadi, ketika berbuat sesuatu, orang tersebut tahu hal yang diperbuat itu benar atau ga.
Oke, siapa yang ga pernah menggambar 2 buah gunung, dengan matahari di tengah, dan panorama hamparan sawah, dan sebuah rumah? Padahal guru kita sudah memerintahkan untuk MENGGAMBAR BEBAS.
Gw sebenernya agak menyesal, karna dulu gw juga gitu.. hehehe.. Seandainya, waktu kelas 1 SD, saat disuruh menggambar bebas, gw menggambar sketsa monalisa, atau menggambar seorang kakek yang sedang memancing bersama cucunya.. Mungkin sekarang gw dah jadi pelukis handal kali yah.. hehehe.. :P
Bukankah lebih baik kalau kita ga hidup mengikuti arus? Bukankah sangatlah baik jika kita bisa berpikir kritis?
Oke, siapa yang pernah bermain Super Mario Bros ? Salah satu permainan terkenal di konsol Nintendo ? Gw, selama bermain sih cuma untuk have fun aja.. Paling kalau adik gw main trus mati kena bebek, gw ketawain.. hahahaha..
Siapa yang pernah ngikutin alur ceritanya Mario Bros? Seorang tukang servis pipa, yang lari-lari, kluar masuk pipa, lawan boss (Cooper) demi mencari seorang putri (mimpi kali yah tukang ledeng mau nikah sama putri?), udah capek-capek sampe habisin nyawa, malah ketemu jamur doang dan jamurnya bilang "Tuan putri ga ada di sini, coba cari di kastil lain". Dah itu, herannya, kenapa di setiap kastil yang dikunjungi si mario selalu ada si Cooper yah? padahal tuan putri ga ada di sana..
Hehehe.. Seru juga yah kalau bisa berpikir kritis? :) Sekarang, gw mau nanya nih, apakah lu adalah orang yang kritis? oh iyaa.. gw kritis, tapi cuma untuk hal hal yang menarik perhatian gw aja.. kalau untuk hal-hal yang ga menarik, gw ga mau ambil pusing untuk berpikir kritis. khusus buat hal-hal yang ga menarik perhatian gw, gw mah ngikutin arus aja.. kaya sekolah nih, gw mah ga peduli buat apaan harus ada aturan pakai seragam rapi dan sepatu ga boleh warna hitam. Gw cuma taunya kalau gw dilarang pake sepatu warna lain dan baju ga boleh dikeluarin. Karna gw ga pernah peduli, makanya seringkali gw langgar tuh aturan.. Gw keluarin baju saat ga ada guru yg liatin, gw juga kadang pakai sepatu yang ada garis putihnya kalau sepatu hitam gw basah. makanya, gw sering jadi pelanggar aturan. Gw ga pernah mikirin sih.. jadi, gimana gw bisa peduli apa gunanya?
Oh iya, gw juga ga suka politik. gw ga mau pusing-pusing tuh soal politik. Orang yang main politik sebagian besar bejat, makany gw ga peduli dengan politik yang dilakukan oleh pejabat-pejabat negara gw..
Saudara.. pemikiran yang gw gambarkan barusan, bukanlah pemikiran orang yang kritis. Jangan ditiru yahh.. hehe.. Padahal semua (baca: sebagian besar) yang diajarkan oleh guru kita ada gunanya.. di dalam sebuah aturan sekolah, kita sebagai murid diajarin untuk hidup rapi, bukan cuma biar kita seneng, tapi juga menyenangkan orang lain. Koq bisa menyenangkan orang lain? iyalah, orang manapun pasti lebih suka liat orang lain berpakaian rapi. Coba tanya pada diri sendiri deh, lu lebih suka ngeliat boss/CEO berpakaian rapi atau ga rapi? Pasti kalau u ngeliat bos pakaiannya kluar, dasinya berantakan, jadi ilfil kan? atau mungkin u berpikir kalau itu orang bisa jadi boss pasti korupsi?
Politik? penting yah? hehe.. iya penting bro,sist... sekarang ada nih orang teladan yang bisa dijadikan contoh orang yang berpikir kritis, dan peduli ama politik. Pak Jokowi dan pak Basuki (Ahok). Mereka gajinya mah gw yakin kalah sama bos-bos atau CEO perusahaan lokal, tapi mereka mau pusing-pusing benahin Jakarta.. Demi siapa? Demi orang-orang Jakarta juga. Bukan buat mereka sendiri.. Bagus ga? bagus.. kita sebagai rakyat juga seneng kalau punya pemimpin kaya mereka.. :)
Oke, ke topik yang lebih menarik yah.. hehehe.. Berpikir kritis soal cinta.. #eaaa...
Siapa yang pernah merasakan ga enaknya hidup jomblo? Pacar ga dapet-dapet? dan pengen banget dapet pacar yang romantis.. tunjuk tangan!! hayoo ngaku!! :D
GW yakin lah lu lu pada pernah merasakan hal itu. Nahh, apa yang perlu dikritisi yah? ada ga? ada ga? hehee.. Sebelum baca kalimat gw berikutnya, coba kalian kritisi deh soal kondisi tersebut.. Ayoo.. mikirr.. mikirr.. adakah yang salah dengan kondisi di saat kita sedang galau karna belum ada pacar? atau.. ada kondisi di saat kita udah deket sama seseorang, tapi orang itu ga menunjukkan respon positif kalau dia juga suka sama kita, bahkan menggantungkan perasaan kita? gimana pendapat kalian? :D apakah lu cuma berpikir kalau lu cuma bisa selalu berusaha dan berdoa, lalu berserah? atau cari yang lain? hahaha..
---Kalau kalian udah kepikiran, boleh dong di share di komentar.. hehehe
nah, ini pemikiran gw :
Masing-masing orang punya kehidupan. Sehingga, masing-masing orang bisa menentukan hidupnya sendiri apakah mau bahagia atau tidak. Kita sebagai seorang manusia (Seorang yah, bukan sepasang) bisa mengelola hidup kita sedemikian rupa sehingga hidup kita menjadi bahagia, termasuk ketika tidak ada pasangan seumur hidup.
Pasangan seharusnya menjadi penambah kebahagiaan. bukan penambah kesulitan. apalagi penambah kegalauan.. :D
kalau sebagian besar waktu di dalam hidup kita kita gunakan untuk menggalaukan orang yang kita harapkan menjadi kekasih kita (anggap aja ga dapet-dapet nih yah), maka kapan kita bahagia? Bukankah lebih baik jikalau kita menghidupi kehidupan kita sebagai seorang jomblo yang bahagia, dan kalau sudah waktunya, kita akan menjadi lebih berbahagia karna bertemu dengan orang yang klop dengan kita? :) yahh, kalau ga ketemu yah tetep bahagia, karna kita sedang menjalani kehidupan kita yang bahagia.. :)
yahh. bahagia yang gw maksud adalah tetap merasa bersyukur dan ga banyak beban lah.. Gw yakin tiap orang pasti punya masalah.. Tapi yang bahagia yang gw maksud adalah kita tidak menambah masalah kita dengan menghabiskan waktu pacaran kita yang putus sambung atau sia-sia dan menyesali waktu kita yang terbuang sia-sia karna orang yang sebenarnya ga pernah mencintai kita atau ga tulus mencintai kita.
Lagipula, bukankah seharusnya sepasang kekasih seharusnya mengusahakan cinta mereka bersama-sama? Kalau cuma 1 orang doang yang mengusahakan cintanya, buat apa?
contoh kasus nih (gw ambil contoh seorang cowo, karna gw cowo, jadi lebih gampang buat contohnya. hehe).
Seorang cowo, jatuh cinta sama seorang temen cewe yang cakep dan menarik. Sayangnya si cowo penampilannya kurang menarik. Ga jelek, ga ganteng.. trus, kluarganya bukan kluarga kaya, jadi si cowo ga bisa tuh sering-sering ngajak si cewe jalan, atau bayarin nonton dan makan. intinya, sebesar apapun usaha si cowo dalam mendapatkan hati cewe cakep ini, masih kalah lah usahanya sama cowo lain yang ga kalah ganteng sama dia dan lebih kaya.. Jadi, kemungkinan besar, si cewe cakep ini lebih banyak habisin waktu sama cowo yg lebih kaya lahh.. soalnya si cowo kaya ini udah ga pusingin kehidupan keluarganya lagi, si cowo kaya, karna udah cukup kaya, ga terlalu pusingin nanti bisa kerja apa yang bisa dapet banyak duit, soalnya bokap atau nyokabnya udah ada kerjaan yang menjanjikan penghasilan gede. Beda dengan si cowo pas-pasan ini (yang mencintai si cewe cakep dengan luar biasa). Si cowo pas-pasan ini masih harus pusingin kuliahnya, belajar bener-bener serius biar tar pas kerja ga kaya S.Bln alias Sarjana bloon.. biar tar klo dah kerja, bisa cepet dapat promosi karna kerjaannya baik. Biar klo dah kerja, bisa punya tabungan buat biayain adik kuliah, buat beli rumah, soalnya selama bertahun-tahun, tinggalnya di rumah kontrakan mlulu.. trus, dah tau si cewe lebih tertarik sama si cowo kaya, si cowo pas-pasan ini masih tetep aja berusaha mendapatkan hati si cewe, padahal udah jelas-jelas si cewe cakep ini lebih tertarik sama si cowo kaya, malah si cewe cakep ga memberikan respon apa-apa terhadap usaha si cowo pas-pasan..
nahh, gimana perasaan kalian kalau kalian jadi si cowo pas-pasan ini? :D Galau kan? hahah.. sedih kan?
Sbenernya menurut gw, kalau si cowo pas-pasan ini adalah orang yang kritis, cowo ini ga perlu galau nan sedih lohh..
Mengapa? Begini pemikiran gw..
yang namanya CINTA, itu seharusnya diusahakan oleh kedua pihak. bukan satu pihak. setuju ga? bingung? oke, gw perjelas.
Misalnya, ada 1 pasangan (yang pastinya udah pacaran) sedang berantem ,gara-gara masalah sepele, ada orang salah sms, pakai kata "sayang, honey" ke HP nya si cowo. si cewe kbetulan baca dan marah.
kalau cuma ada SATU orang saja yang MENGUSAHAKAN cinta,(anggaplah si cowo, yg jadi victim dalam kasus ini), si cowo udah jelasin baik-baik ke cewenya, tapi si cewe (yang BUKAN pengusaha cinta) ga mau peduli dan akhirnya berantem, kemungkinan pasangan ini akan segera putus. setuju yah?
beda kasusnya kalau kedua orang ini sama-sama menjadi PENGUSAHA cinta. si cowo jelasin baik baik, si cewe juga walaupun kesel dan marah, tapi mau dengerin si cowo dan lebih percaya sama si cowo (yang lebih dia kenal) daripada si pengirim SMS yang ga dikenal, kemungkinan kasus ini ga akan pernah jadi masalah.
jadi, setuju yah kalau cinta itu harus diusahakan oleh kedua belah pihak? hehehehe..
kalau lu ga setuju yah udah lah, ngapain lanjut baca blog gw lagi? :P
Oke, kita kembali ke kasus si cowo pas-pasan. Dalam kasus ini, CINTA tidak diusahakan oleh kedua belah pihak, cuma si cowo pas-pasan yang jadi PENGUSAHA cinta, sedangkan si cewe cakep ga mengusahakannya.
Kalau si cowo pas-pasan berpikir kritis dan tahu betul bahwa cinta itu seharusnya diusahakan oleh kedua belah pihak, maka seharusnya si cowo tahu, kalau si cewe cakep ini bukanlah orang yang cocok untuk dia. dan si cowo pas-pasan ga perlu menjadikannya sebagai beban pikiran atau penyebab kegalauan. Dengan begitu, si cowo bisa fokus pada tugas utamanya sebagai pelajar, dan ketika belajar, yah sambil cari-cari cewe yang mau mengusahakan cintanya bersama si cowo. Bukan mencari cinta sambil belajar. hehehehe..
oke, ada yang mau protes ? ada yang beda pendapat? atau ada pemikiran kritis untuk topik lainnya, silahkan share di comment. :) Kalau mau komentar, tolong jangan pakai kata-kata yang kasar yah.. :)
Tuesday, 11 June 2013
Come back from nowhere in universe..
Hai.. Sudah lama rasanya ga berbagi sesuatu di blog gw..
Wahh.. udah brapa lama yah? sudah hampir stengah tahun ternyata...
Okayy.. ada banyak hal yang ingin gw ceritakan, tapi sepertinya tidak untuk hari ini..
semoga beberapa hari ke depan gw bisa menuliskan beberapa cerita hidup gw yang seru dan menarik. hehehe
Salam blogger.. :D
Wahh.. udah brapa lama yah? sudah hampir stengah tahun ternyata...
Okayy.. ada banyak hal yang ingin gw ceritakan, tapi sepertinya tidak untuk hari ini..
semoga beberapa hari ke depan gw bisa menuliskan beberapa cerita hidup gw yang seru dan menarik. hehehe
Salam blogger.. :D
Wednesday, 6 February 2013
Makna Banjir 2013 Bagiku...
tanggal 17 Januari 2013, pagi hari jam 3 kurang, gw masih terjaga, setelah menyicil skripsi dan chatting dengan merry.. (err.. sebenernya lebih tepat di bilang comment-comment-an dehh)..
kondisi rumah gw masih seperti biasa. lalu gw tidur untuk istirahat, rencananya sih cuma tiduran doang, tapi tertidur. Tepat sebelum tidur, hujan besar turun membasahi Jakarta dan sekitarnya. Suara angin, hujan dan gledek cukup besar. Bokap gw terbangun dan keluar kamar untuk memeriksa kondisi genangan air di depan rumah. Setelah itu gw tertidur sangatt pulas..
Pagi-pagi, kira-kira jam 7 tepat, gw terbangun oleh suara bokap gw. Sepertinya dia ngomel-ngomel. Ya, sebenarnya hampir setiap ucapan yang keluar dari mulutnya terdengar seperti omelan bagi gw. hehehe..
Lalu gw turun dari tempat tidur, cipratan air yang dingin dan sejuk membasahi kaki gw.. Pagi yang sungguh sejuk.. Mungkin karena pengaruh hujan deras semalam... Tapi ternyata percikan air nan sejuk ini muncul dari bawah, yakni ketika kaki gw turun dari kasur. OH MY!! banjir... -_-
Air yang menggenangi lantai kamar gw lebih tinggi dari biasanya. Biasanya hanya kira-kira semata kaki, tapi ini sudah di atas mata kaki, kira-kira 10 cm tingginya.. Ini BBB ( Bukan Banjir Biasa)!!!
Ternyata suara yang membangunkan gw adalah suara bokap gw yang sedang beres-beresin barang sambil teriak suruh gw bangun. Menyadari kondisi yang tidak menyenangkan ini, gw langsung ikut bantu beresin barang. apapun yang bisa gw selamatkan, dan juga menguras air biar ga makin tinggi..
tapi, sudah capek gw menggerakkan tubuh gw seperti mesin penguras air, menggerakkan beberapa anggota badan secara konstan dan berkelanjutan itu sangat melelahkan..
Eh iya, ini hari Kamis!! gw harus nyampe kampus jam 9.00 karna harus ngajar!! hadehh.. akhirnya gw harus kontak koordinator gw buat cari pengganti deh..
Karna ketinggian air di dalam rumah ga makin rendah (malah makin tinggi), akhirnya gw beresin barang-barang yang bisa diselamatkan dan dikerjakan sesuai prioritas tingkat kepentingan barang deh..
Sekitar jam 10 pagi, air sudah mencapai lulut orang dewasa, 2 motor ( motor gw dan motor adik gw) dipakai untuk menjadi tempat taro kasur, karna air banjir yang di dalam rumah sudah lebih tinggi dari ranjang.. Ga ada lagi tempat buat tidur ataupun duduk. Akhirnya, kami sekeluarga bikin indomie dulu deh.. Eh iyaa, tabung gas nya melayang-layang, jadi kompor gas ga bisa dipakai.. Hmm.. Untungnya listrik masih ada, jadi kami bikin indomie pake kompor listrik deh.. :)
Setelah makan, kami beres-beresin beberapa barang yang masih bisa diselamatkan.. gw dan adik gw ngopi dulu sambil jongkok di atas bangku karena udah capek kerja dari jam 7 pagi sampe siang.. Ya, kami jongkok. .hehe.. karna airnya juga lebih tinggi dari tempat duduk bangku, jadi jongkok aja deh.. hmmm.. Ga terasa, udah jam 5 sore... Akhirnya mama, gw , dan adik adik gw pergi ke rumah saudara deh. Ngungsi.. gw cuma bawa baju ganti 1 stel aja, dan laptop ( masih dalam suasana panik karna skripsi bentar lagi harus dikumpul). Aduh.. pengen nangis rasanyaa...
Rumah saudara gw letaknya ga jauh dari rumah gw, cuma sekitar 10 menit jalan kaki, tapi di sana ga banjir. Sampai di sana, gw langsung mandi, bersih-bersih dan cari "spot" yang enak buat istirahat. Gw memilih di lantai paling atas, Tempat tidur karyawan (namanya Manis) buat tidur.. Karna gw udah kenal baik dengannya, jadi ga ada rasa sungkan lagi untuk tidur bareng dia. .hehehe.. Saat buka mata, ternyata langit udah gelap dan gw blom makan malam, sedangkan paginya cuma makan nasi pake indomie goreng.. hadehh.. cari makan dehh..
Selama gw di rumah saudara, gw ga bisa berbuat banyak hal, termasuk melanjutkan skripsi gw, karna suasana kurang mendukung, ga ada internet, dan masih kepikiran banjir di rumah yang blom surut. Trus, gw kepikiran juga kalau hari jumat harus ngajar, cari pengganti lagi? waduuhhh... Ehh.. iyaa.. untungnya ada berita dari pihak kampus kalau kuliah hari kamis mulai jam 11 sampe hari sabtu diliburkan.. wahh.. untung deh, jadi beban berkurang sedikit. ya , sedikit. Malah tadinya cuma dibilang libur dari kamis jam 11 sampe malem doang.. dan libur untuk jumat dan sabtu baru diumumkan kemudian.
Well, senin pagi jam 7 gw udah balik ke rumah, air di dalam rumah udah tinggal semata-kaki, tapi rumah bau dan berantakan banget, gw masih harus kuras air, bersih-bersih dan kemudian ke kampus buat lanjutin skripsi gw. Itupun kalau motor gw ga rusak karna kerendam banjir selama 4 hari. Saat beres-beres inilah, gw merasa benar-benar laparrrrrr!! Saking laparnya gw berteriak "Laparrr" sampai mama dan papa gw dengar jeritan gw. =P
Akhirnya, mama gw yang tadinya ikut bantu bersihin rumah masak nasi dulu deh dengan sisa air bersih yang ada. Setelah itu, gw masak indomie lagi buat bekal tenaga gw selama sisa hari yang akan gw jalani.
Setelah kondisi rumah sudah lebih baik, kira-kira jam 11 siang, gw sudah selesai, dan beres-beres, jam 12 baru bisa jalan ke kampus. Untungnya motor gw ga rusak. hehehe.. Karna buru-buru, gw jadi cuma ganti oli motor deh, blom service yang lain.. Hadehh.. kenapa harus banjir di saat-saat terakhir pengumpulan skripsi yah?? hmm.. Tapi, setidaknya skripsi gw benar-benar berkesan sampai harus mengalami banjir di tengah pengerjaan skripsi. Konsekuensi dari banjir ini adalah gw terpaksa meminta dispensasi waktu pengumpulan skripsi selama seminggu..
Memang sih, selama mengerjakan skripsi, gw sampai menjadi sperti orang anti-sosial, terlalu banyak fokus pada kesulitan diri sendiri. Padahal, gw masih punya social-life, masih ada keluarga yang harus diperhatikan, masih ada masalah-masalah di rumah yang walaupun kecil, tetap harus diselesaikan.. Ya, setidaknya banjir ini telah "mengajak" gw untuk keluar dari belenggu skripsi gw dan kembali membenarkan kehidupan sosial gw yang jauh lebih penting dari masalah pribadi gw.. Selain itu, selama mengungsi di rumah saudara gw, setidaknya gw juga jadi makin mengenal keluarga saudara-saudara gw. :)
Sure, I thanks to God for this flood for my own reason. :)
kondisi rumah gw masih seperti biasa. lalu gw tidur untuk istirahat, rencananya sih cuma tiduran doang, tapi tertidur. Tepat sebelum tidur, hujan besar turun membasahi Jakarta dan sekitarnya. Suara angin, hujan dan gledek cukup besar. Bokap gw terbangun dan keluar kamar untuk memeriksa kondisi genangan air di depan rumah. Setelah itu gw tertidur sangatt pulas..
Pagi-pagi, kira-kira jam 7 tepat, gw terbangun oleh suara bokap gw. Sepertinya dia ngomel-ngomel. Ya, sebenarnya hampir setiap ucapan yang keluar dari mulutnya terdengar seperti omelan bagi gw. hehehe..
Lalu gw turun dari tempat tidur, cipratan air yang dingin dan sejuk membasahi kaki gw.. Pagi yang sungguh sejuk.. Mungkin karena pengaruh hujan deras semalam... Tapi ternyata percikan air nan sejuk ini muncul dari bawah, yakni ketika kaki gw turun dari kasur. OH MY!! banjir... -_-
Air yang menggenangi lantai kamar gw lebih tinggi dari biasanya. Biasanya hanya kira-kira semata kaki, tapi ini sudah di atas mata kaki, kira-kira 10 cm tingginya.. Ini BBB ( Bukan Banjir Biasa)!!!
Ternyata suara yang membangunkan gw adalah suara bokap gw yang sedang beres-beresin barang sambil teriak suruh gw bangun. Menyadari kondisi yang tidak menyenangkan ini, gw langsung ikut bantu beresin barang. apapun yang bisa gw selamatkan, dan juga menguras air biar ga makin tinggi..
tapi, sudah capek gw menggerakkan tubuh gw seperti mesin penguras air, menggerakkan beberapa anggota badan secara konstan dan berkelanjutan itu sangat melelahkan..
Eh iya, ini hari Kamis!! gw harus nyampe kampus jam 9.00 karna harus ngajar!! hadehh.. akhirnya gw harus kontak koordinator gw buat cari pengganti deh..
Karna ketinggian air di dalam rumah ga makin rendah (malah makin tinggi), akhirnya gw beresin barang-barang yang bisa diselamatkan dan dikerjakan sesuai prioritas tingkat kepentingan barang deh..
Sekitar jam 10 pagi, air sudah mencapai lulut orang dewasa, 2 motor ( motor gw dan motor adik gw) dipakai untuk menjadi tempat taro kasur, karna air banjir yang di dalam rumah sudah lebih tinggi dari ranjang.. Ga ada lagi tempat buat tidur ataupun duduk. Akhirnya, kami sekeluarga bikin indomie dulu deh.. Eh iyaa, tabung gas nya melayang-layang, jadi kompor gas ga bisa dipakai.. Hmm.. Untungnya listrik masih ada, jadi kami bikin indomie pake kompor listrik deh.. :)
Setelah makan, kami beres-beresin beberapa barang yang masih bisa diselamatkan.. gw dan adik gw ngopi dulu sambil jongkok di atas bangku karena udah capek kerja dari jam 7 pagi sampe siang.. Ya, kami jongkok. .hehe.. karna airnya juga lebih tinggi dari tempat duduk bangku, jadi jongkok aja deh.. hmmm.. Ga terasa, udah jam 5 sore... Akhirnya mama, gw , dan adik adik gw pergi ke rumah saudara deh. Ngungsi.. gw cuma bawa baju ganti 1 stel aja, dan laptop ( masih dalam suasana panik karna skripsi bentar lagi harus dikumpul). Aduh.. pengen nangis rasanyaa...
Rumah saudara gw letaknya ga jauh dari rumah gw, cuma sekitar 10 menit jalan kaki, tapi di sana ga banjir. Sampai di sana, gw langsung mandi, bersih-bersih dan cari "spot" yang enak buat istirahat. Gw memilih di lantai paling atas, Tempat tidur karyawan (namanya Manis) buat tidur.. Karna gw udah kenal baik dengannya, jadi ga ada rasa sungkan lagi untuk tidur bareng dia. .hehehe.. Saat buka mata, ternyata langit udah gelap dan gw blom makan malam, sedangkan paginya cuma makan nasi pake indomie goreng.. hadehh.. cari makan dehh..
Selama gw di rumah saudara, gw ga bisa berbuat banyak hal, termasuk melanjutkan skripsi gw, karna suasana kurang mendukung, ga ada internet, dan masih kepikiran banjir di rumah yang blom surut. Trus, gw kepikiran juga kalau hari jumat harus ngajar, cari pengganti lagi? waduuhhh... Ehh.. iyaa.. untungnya ada berita dari pihak kampus kalau kuliah hari kamis mulai jam 11 sampe hari sabtu diliburkan.. wahh.. untung deh, jadi beban berkurang sedikit. ya , sedikit. Malah tadinya cuma dibilang libur dari kamis jam 11 sampe malem doang.. dan libur untuk jumat dan sabtu baru diumumkan kemudian.
Well, senin pagi jam 7 gw udah balik ke rumah, air di dalam rumah udah tinggal semata-kaki, tapi rumah bau dan berantakan banget, gw masih harus kuras air, bersih-bersih dan kemudian ke kampus buat lanjutin skripsi gw. Itupun kalau motor gw ga rusak karna kerendam banjir selama 4 hari. Saat beres-beres inilah, gw merasa benar-benar laparrrrrr!! Saking laparnya gw berteriak "Laparrr" sampai mama dan papa gw dengar jeritan gw. =P
Akhirnya, mama gw yang tadinya ikut bantu bersihin rumah masak nasi dulu deh dengan sisa air bersih yang ada. Setelah itu, gw masak indomie lagi buat bekal tenaga gw selama sisa hari yang akan gw jalani.
Setelah kondisi rumah sudah lebih baik, kira-kira jam 11 siang, gw sudah selesai, dan beres-beres, jam 12 baru bisa jalan ke kampus. Untungnya motor gw ga rusak. hehehe.. Karna buru-buru, gw jadi cuma ganti oli motor deh, blom service yang lain.. Hadehh.. kenapa harus banjir di saat-saat terakhir pengumpulan skripsi yah?? hmm.. Tapi, setidaknya skripsi gw benar-benar berkesan sampai harus mengalami banjir di tengah pengerjaan skripsi. Konsekuensi dari banjir ini adalah gw terpaksa meminta dispensasi waktu pengumpulan skripsi selama seminggu..
Memang sih, selama mengerjakan skripsi, gw sampai menjadi sperti orang anti-sosial, terlalu banyak fokus pada kesulitan diri sendiri. Padahal, gw masih punya social-life, masih ada keluarga yang harus diperhatikan, masih ada masalah-masalah di rumah yang walaupun kecil, tetap harus diselesaikan.. Ya, setidaknya banjir ini telah "mengajak" gw untuk keluar dari belenggu skripsi gw dan kembali membenarkan kehidupan sosial gw yang jauh lebih penting dari masalah pribadi gw.. Selain itu, selama mengungsi di rumah saudara gw, setidaknya gw juga jadi makin mengenal keluarga saudara-saudara gw. :)
Sure, I thanks to God for this flood for my own reason. :)
Subscribe to:
Posts (Atom)